https://limadetik.com/

Jalan Umum Kota Bangkalan yang Masih Kurang Perhatian

  • Bagikan
IMG 20210109 145418 e1610178925474

Penulis: Nabilah Fakhirah Putri
Jurusan Akutansi Unniversitas Muhammadiyah Malang


Masyarakat bangkalan di tuntut bersabar berhadapan dengan jalan rusak. Di akibatkan tahun ini tidak ada penanganan perbaikan jalan di kabupaten. Di sebab kan oleh tidak adanya anggran yang ber imbas pada refocusing,padahal kondisi jalan sepanjang 131,750 kilometer sudah semakin rusak berat.

https://limadetik.com/

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangkalan Wildan Yulianto menyampaikan pada tahun 2020 tidak ada plotting anggaran perbaikan jalan di kabupaten. Di sebabkan karena kondisi jalan rusak berat sama seperti tahun lalu.

Wildan mengutarakan, perbaikan jalan akan di ajukan lagi tahun depan sebab kemungkinan besar setelah di lihat berkisar 5 kilomter yang dapat di perbaiki. Tetapi hal tersebut belum pasti masih bergantung terhadap kemampuan anggaran.

Pemerintah secepatnya segara mendiskusikan atau mengurus untuk memperbaikan jalan yang rusak karena warga sudah sering kali mengeluhkan permasalahan kondisi keruskan jalan tersebut yang begitu sangat membahayakan ketika seperti sekarang yang sedang mengalami musim hujan.

Warga khawatir terhadap kondisi tersebut jika berlarut – larut seperti ini akan memberi dampak resiko kecalakaan lalu lintas. Masalah seperti ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat yang sedang berkendara meski sampai saat ini belum terjadi kecelakaan fatal yang mengakibatkan kerusakan jalur.

Seringkali terjadi adanya pengendara motor yang mengalami kecelakan akibat jalan yang rusak dan berlubang. Pada saat pengendara motor itu melintas dengan kecepatan yang tinggi bisa menimbulkan resiko berupa motor terperosok dan mengalami kecelakaan.

Beberapa kendaraan dari korban kecalakaan itu meskipun bukan termasuk dalam kecalakaan yang fatal tetapi pada pergelangan tangan yang mengalami luka cukup parah.

Masyarakat yang melintas di jalan tersebut juga sering kali mengalami kejadian yang salah satunya sedang membawa beras dan mengakibatkan beras tersebut berceceran di jalan. Sehingga warga berinisiatif untuk memasang tong di jalan sebagai penanda lubang tersebut.

Tidak hanya pada tubuh manusia,sepeda motor pun turut merasakan dampaknya seperti, pecah ban, velg penyok hingga suspensi patah yang mengakibatkan menghantam lubang di jalan. Jika tidak ingin mengalami hal tersebut memang ada solusi yaitu menghindar.

Tapi apakah kondisi sekitar cukup aman untuk melakukan manuver dalam waktu yang sangat singkat? Jika manuver menghindar dari lubang tidak di lakukan dengan baik resikonya bisa bertabrakan dengan kendaraan lain.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan