LIMADETIK.COM, SAMPANG – Pengabdian Masyarakat merupakan sebuah program andalan kampus untuk memberikan pengalaman serta kebermanfaatan antara mahasiswa dengan lingkungan masyarakat.
Salah satunya adalah pemilihan lokasi pengabdian masyarakat yang dipilih oleh Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 50 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang bertempat di Kampung Wisata Panjalin, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Skobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
“Para mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan bantuan untuk mengelola tempat wisata hingga memperkenalkan kepada masyarakat melalu media sosial” kata R.M. Rifky Erlangga Hadi Wijaya, ketua kordinator KKN-T 50 UTM, Jumat (13/1/20223).
Tidak hanya itu, mahasiswa KKN-T 50 juga mengabdikan diri untuk masyarakat melalui bidang pendidikan formal pada jenjang anak usia dini hingga Sekolah Dasar (SD) berlangsung sejak 23 Desember 2022 lalu, dan akan berakhir pada 19 Januari 2023 ini akan terus mengabdikan dirinya pada masyarakat.
“Karena bagi kami, pada jenjang tersebut pemenuhan kebutuhan pendidikan yang layak bagi anak – anak sangat diperhatikan agar dapat menentukan masa depannya kelak mulai dari sedini mungkin” ucapnya.
Kemudian kata Rifky, para mahasiswa melaksanakan proses belajar mengajar, outbond learning di Tempat Wisata, pertunjukkan seni, perlombaan, dan juga sosialisasi terkait pembatasan penggunaan media sosial dan bullying.
“Adapun pengabdian pada pendidikan non formal adalah pada bidang keagamaan dengan membantu dalam proses pembelajaran Al-Qur’an dan juga sosialisasi pada bidang kewirausahaan” terangnya.
Pengabdian masyarakat ini dilakukan guna memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Agar kedepannya dapat mengelola baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial hingga keagamaan secara mandiri.