https://limadetik.com/

Kebijakan Jam Malam yang Berdampak Kepada Para Pelaku Usaha

  • Bagikan
WhatsApp Image 2021 01 22 at 10.17.39 e1611299875712
(Ridwan selaku pemilih Angkringan sedang merekap penjualan sebelum tutup)

Oleh : Diki Candra

(Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

https://limadetik.com/

Awal Tahun 2021 kita sudah di suguhkan oleh grafik yang menunjukan presentase jumlah orang yang terinfeksi wabah virus corona yang kembali meningkat di Indonesia. Sehingga membuat beberapa daerah memperlakukan kembali PSBB dan jam malam dengan harapan dapat memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona dan juga dapat mengurangi jumlah orang yang terinfeksi wabah virus corona.

Namun untuk kali ini ada yang cukup berbeda dengan aturan PSBB yang baru yang di berlakukan dimana isi dari surat edaran yang baru cukup membuat geleng kepala para pelaku usaha yang jam operasianal berjualan pada sore hingga malam hari, bagaimana tidak geleng kepala pasalnya sudah dijelaskan di surat edaran yang baru bahwa aturan batas jam malam yang sekarang diberlakukan ialah hanya sampai jam 20:00 WIB tentu ini bakal menjadi masalah bagi sebagian besar pedagang misalnya saja para pedagang makanan lalapan yang sering kita temui di pinggir jalan atau di pasar pasar daerah, ada juga para pelaku usaha warung kopi yang biasanya buka 24 dan lain sebagianya.

Waktu berjualan yang semakin singkat membuat omset atau keuntungan dari penjualan akan semakin sedikit membuat para pedagang berfikir dua kali untuk melanjutkan usahanya atau sementara beralih profesi demi mencari nafkah keluarga di masa krisis ini.

Para pelaku usaha merasa terbebani atas di berlakukanya jam malam ini sedangkan keuntungan yang di dapat tak sebanding dengan modal usaha yang keluar, belum juga biaya sewa tempat usaha yang tetap mamatok harga sewa sama seperti biasanya, dan tidak lupa juga untuk membayar upah para karyawan. Tentu hal ini yang menjadi pertimbangan para pelaku usaha.

Salah satu pelaku usaha di daerah saya yang menutup sementara usahanya ialah angkringan junet, M. Ridwan selaku owner dari angkringan junned membeberkan alasanya kenapa harus menutup usaha angkringan ini sementara waktu yaitu dikarenakan usah angkringanya ini baru mulai beroprasi itu sore sekitar jam 16:00 WIB itu pun baru mempersiapkan dsaranya saja mulai dari grobak, tempat duku, panggangan dan lain sebagainya.

“Danbener benar open order itu sekiaran jam 17:00 WIB dan dulu sebelum di berlakukanya jam malam angkringan ini bisa sampai jam 00:00 WIB, namun setelah diberlakukanya jam malam ini hanya sampai jam 20:00 WIB dan membuat keuntungan dari usaha angkringan junet ini menurun, dan jika di teruskan maka tidak sanggup untuk
membayar gaji karyawanya yang ada 2 orang trsebut belum serta membayar tempat sewa usaha” ujarnya.


Catatan: seluruh isi artikel tanggung jawab penulis sepenuhnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan