https://limadetik.com/

Kedatangan 4.321 PMI, Berpotensi Dongkrak Angka Pengangguran

Penulis: MadasEditor: Wahyu
  • Bagikan
Kedatangan 4.321 PMI, Berpotensi Dongkrak Angka Pengangguran
FOTO: Kedatangan PMI asal Sampang di depan Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 Jalan Wijaya Kusuma Sampang

SAMPANG, Limadetik.com – Berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari Pandemi Corona Virus Desease (Covid)-19 di berbagai sektor.

Hampir seluruh sektor terdampak. Tak hanya kesehatan, sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona.

https://limadetik.com/

Adanya pembatasan mobilitas dan aktivitas membuat beberapa sektor usaha mengalami penurunan daya beli, pemutusan hubungan kerja, tersendatnya distribusi dan produksi serta pengurangan jam kerja dan lain-lain, yang kemudian berimbas pada perekonomian.

Hal tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga menimpa berbagai negara di dunia termasuk negara asal tempat para Pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja di luar negeri seperti Malaysia, Arab Saudi, Hongkong serta Taiwan.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang melalui Koordinator Fungsi Statistik Sosial Wahyu Hardiyanto memprediksi, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Sampang pada tahun ini akan mengalami peningkatan seiring dengan makin membludaknya jumlah PMI asal Sampang yang pulang kampung.

Berdasarkan data tim penjemputan Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Kabupaten Sampang, ada sejumlah 4.321 orang PMI asal Sampang yang sudah kembali ke kampung halamannya terhitung sejak 30 April 2021 hingga 15 September 2021. Jumlah tersebut merupakan angka pemulangan PMI tertinggi di Jawa timur.

“Kedatangan PMI asal Sampang ini sangat mempengaruhi terhadap kenaikan angka pengangguran di Kabupaten Sampang, Namun kami masih belum bisa menghitung dan memastikan berapa jumlah laju kenaikan seluruhnya karena sekarang masih dalam proses survey” jelasnya pada Rabu (15/9/2021).

Disebutkannya, berdasarkan data BPS tahun 2020, angka pengangguran di Sampang mencapai 3,35%.

Sementara untuk rekapitulasi jumlah angkatan kerja, baik itu angka pengangguran maupun angka partisipasi kerja masih dalam proses.

Jumlah tersebut akan dirilis oleh BPS Provinsi Jawa timur yang nantinya akan diserahkan kepada BPS Sampang di akhir tahun yaitu di bulan Desember 2021.

Untuk tingkat pengangguran terbuka, menurut Wahyu, ada perbedaan konsep dengan versi pada umumnya. Pengangguran terbuka tersebut adalah orang yang memang tidak bekerja.

“Jika masih membantu pekerjaan orang tua, semisal berjualan ataupun lainnya, itu tidak dianggap sebagai pengangguran terbuka karena mereka tetap bekerja untuk memperoleh pendapatan” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan