Kekeringan Landa Kepulauan Sumenep, BPBD: Mereka Butuh Perahu Tandon

SUMENEP, Limadetik.com – Kekeringan tidak hanya melanda puluhan desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang ada di daratan. Tetapi bencana kekeringan mulai melanda desa yang secara administrasi berada di kepulauan.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riadi, beberapa waktu lalu sempat ada laporan terjadi kering langka di Kecamatan atau Pulau Sapeken, seperti di Desa Saor Saebus dan Desa Sakala.

Baca: 27 Desa di Sumenep Dilanda Kekeringan

“Untuk kekeringan yang terjadi di Kecamatan Sapeken, kami tidak bisa mengintervensi, karena memang jaraknya jauh,” katanya, Selasa (4/9/2018).

Tetapi pihaknya mengaku telah mengajukan bantuan perahu tandon ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Perahu tandon itu nantinya akan digunakan untuk mengangkut air bersih dari pulau terdekat yang kebutuhan air bersihnya tercukupi.

“Di Sepeken banyak desa/pulau yang kekurangan air bersih, seperti di Saur Saebus dan Sakala. Sedangkan desa sebelahnya kelebihan air bersih. Sehingga mereka membutuhkan perahu tandon. Kami upayakan dan nanti ketika dapat perahu akan diserahkan ke Pokmas untuk dikelola,” tegasnya.

Berdasarkan data di BPBD Sumenep, terdapat 27 desa di 10 kecamatan yang mengalami kekeringan. Dari data tersebut, 10 desa mengalami kering kritis, dan 17 lainnya kering langka.

Desa disebut desa kering kritis apabila untuk mendapatkan air bersih harus menempuh jarak di atas 3 kilometer. Sedangkan disebut desa kering langka apabila untuk mendapatkan air bersih berjarak 0,5 – 3 kilometer.

Desa-desa yang mengalami kering kritis diantaranya Desa Montornah dan Prancak Kecamatan Pasongsongan, Desa Juruan daja, Badur, dan Tengedan, Kecamatan Batuputih, kemudian Desa Jangkong dan Desa Batang-batang daya Kecamatan Batang-batang.

Sedangkan yang mengalami kering langka diantaranya Desa Langsar, Tanah Merah Kecamatan Saronggi. Kemudian Desa Buntelan dan Larangan Burma Kecamatan Batu Putih. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here