oleh

Keluh Kesah Mahasiswa Manggarai di Surabaya di Tengah PSBB Covid-19

-Tak Berkategori-41 views

SURABAYA, Limadetik.com — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan di Surabaya per tanggal 28 April 2020 hingga 11 Mei 2020 mengakibatkan aktifitas masyarakat Surabaya kian terbatas. Pembatasan ini menimbulkan tekanan ekonomi yang berat bagi Masyarakat Surabaya. Tekanan serupa dialami oleh para mahasiswa Perantau asal Manggarai yang saat ini masih berada di Surabaya.

Pandemic covid-19 mengakibatkan aktifitas ekspor-impor, produksi dan ditribusi barang terhambat, sehingga harga bahan baku hasil pertanian anjlok. Inilah yang menjadi dilema dari para orang tua Mahasiswa Manggarai yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari hasil pertanian. Ketika penghasilan berkurang, uang yang akan dikirimkan kepada anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Surabaya juga berkurang.

Sementara itu, beberapa mahasiswa Manggarai yang selama ini membiayai uang kuliah dengan biaya sendiri dengan bekerja di Mall, ojek Online, toko-toko dan lain sebagainya kehilangan pekerjaannya seiring tempat-tempat tersebut berhenti beroperasi selama PSBB. Mereka tidak mendapatkan penghasilan lagi.

“Semua kendala itu, kian membebankan para Mahasiswa Manggarai bertahan di Surabaya. Sebagian besar Para Mahasiswa ini tidak memilih pulang ke Manggarai, baik karena menahan diri mengikuti anjuran pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 maupun karena transportasi Komersial antar pulau seperti bandara dan Pelabuhan tertutup sehingga tidak bisa pulang” kata koordinator Aliansi mahasiswa manggarai surabaya, Yonasius Nggau, Senin (4/5/2020) lewat pesannya.

Kondisi kesulitan ini lanjut Yonasius yang mendorong Aliansi Mahasiswa Manggarai Surabaya melakukan aksi solidaritas “Peduli Dampak Covid-19” untuk membantu Mahasiwa Manggarai Surabaya terdampak covid-19. Aksi ini berwujud penggalangan donasi untuk disalurkan kepada para mahasiwa Manggarai yang ada di Surabaya.

Yonasius Nggau mengatakan bahwa gerakan ini akan menyasar seluruh mahasiwa Manggarai Raya di Surabaya yang belum pernah mendapatkan bantuan oleh pemerintah. “Bantuan sosial diberikan oleh pemerintah Surabaya tidak memasukan masyarakat yang berasal di luar kota. Hanya orang yang ber-KTP Surabaya yang akan mendapat bantuan” ujarnya.

“Karena itu, kami berusaha untuk menghimpun donasi ini untuk membantu para mahasiswa ini yang tidak tercover dalam Bansos yang dilakukan pemerintah Surabaya” sambungnya.

Sementara itu, Koordinator wilayah manggarai barat Irenius L.Satu menimpali, Aksi Penggalangan donasi ini digelar mulai tanggal 28 April 2020 lalu. Team relawan mulai bergerak mulai dengan penghimpunan data para Mahasiswa Manggarai yang ada di Surabaya.

“Kami tengah menghimpun data para Mahasiswa Manggarai Raya di Surabaya untuk mempermudah memetakan dan penyaluran bantuan. Data ini nanti yang akan dijadikan pegangan untuk disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai Tengah, serta para donatur yang mau menyumbang demi membantu para mahasiwa Manggarai ini” tukasnya.

“Harapanya gerakan ini mendapat perhatian dari para donator yang mau membantu dan berkontribusi untuk meringankan beban ini” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Yosta Remba koordinator daerah manggarai timur menuturkan, untuk mempermudah mobilisasi bantuan, Margasiswa PMKRI Surabaya yang beralamat di Jalan Taman Simpang no 4A Surabaya di jadikan Posko Bantuan.

“Kami telah berkoordinasi dan mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Surabaya, untuk menjadikan Sekret organisasi sebagai posko, sehingga mobilisasi bantuan bisa berjalan dengan mudah” ungkap Yosta Remba.

Selain itu, mahasiswa yang tergabung dalam Relawan “Peduli Dampak Covid-19” ini sepenuhnya siap untuk bergerak menggalang dan menyalurkan bantuan. “Kami siap bekerja dan bergerak untuk membantu sesama teman-teman Mahasiswa Manggarai Surabaya yang merasakan dampak covid-19 ini” tukasnya. (tnt/yd)

Komentar