Nasional

Kemeriahan Lomba Lato-Lato di Wisata Mangrove Kedatim yang Digelar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

×

Kemeriahan Lomba Lato-Lato di Wisata Mangrove Kedatim yang Digelar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Sebarkan artikel ini
Kemeriahan Lomba Lato-Lato dI Wisata Mangrove Kedatim yang Digelar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
FOTO: Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura dalam pagelaran lato-lato di Kecamatan Saronggi

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sumriyah, S.H., M.H. melakukan kegiatan kontribusi masyarakat lomba lato-lato di Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep pada Jumat (30/12/2022).

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa lomba lato-lato serta pendekatan yang ditujukan untuk masyarakat Kebundadap Timur. Nabil didapuk sebagai pemenang lomba permainan lato-lato. Nabil menang usai mampu memainkan permainan tradisional itu dengan berlari sambil memainkan permaianan tradisional.

Lomba tersebut diselenggarakan di Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Ketua Panitia Bagus Syafriadi Hidayat menyebut lomba ini diikuti sekitar 62 orang. Peserta lomba datang dari Lenteng, Kalianget, Kolor, Tanjung, Kedabar, Saroka, Pamolokan, Pagar Batu, Kedatim, dan lainnya.

“Peserta berusia 5 hingga 13 tahun. Pemenang lomba Juara I mendapatkan kipas angin, Juara II rice cooker, Juara III blender, Juara IV strika” kata Bagus Syafril Hidayat, Jumat (13/1/2023).

Menurutnya, yang mengikuti lomba lato-lato ini sebanyak 62 peserta dari berbagai kota dan desa. Semua peserta harus mengikuti aturan dari panitia.

Kemeriahan Lomba Lato-Lato dI Wisata Mangrove Kedatim yang Digelar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
FOTO: Pemenang lomba lato-lato

Panitia menjelaskan mekanisme lomba, semua peserta memakai lato-lato dari panitia. Di babak penyisihan, peserta diwajibkan memainkan lato-lato selama 45 detik tanpa berhenti. Bila berhenti dinyatakan gugur.

“Di babak penyisihan, puluhan peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 peserta. Selanjutnya, peserta yang bisa menyelesaikan babak penyisihan dipersilakan mengikuti babak kedua” ungkapnya.

Selanjutnya kata Bagus, pada babak semifinal peserta harus memainkan lato-lato sambil duduk, berdiri, serta berjalan memutar. Dari 62 peserta, yang lolos ke babak final hanya 4 anak.

“Untuk kategori final mereka dituntut memainkan lato sambil berlari dengan berbalik 3 kali siapa yang sampai duluan dan lato tidak berhenti itulah pemenangnya” ucapnya.

Dari 4 anak yang masuk babak final, panitia mengambil 4 orang peserta sebagai juara, juara yang pertama yaitu yang sampai duluan ke garis finish dan di susul peserta lain.

“Nabil kemudian menjadi juara setelah main lato-lato sambil berlari dan lato tetap di mainkan. Sebagai juara, Nabil berhak membawa pulang hadiah utama” terangnya.

Untuk juara kedua dimenangkan Rifki dengan menyusul Nabil tanpa henti, Juara Ketiga Aal dengan menyusul Rifki tanpa henti, dan juara keempat Salman Farizi dengan lato-lato berhenti di tengah permainan.