Ketua Kadin Sumenep Prediksi Covid-19 Berdampak Terhadap Kemiskinan Masyarakat

IMG 20191125 154946
Hairul Anwar ST.MT, Ketua Kadin

SUMENEPlimadetik.com – Sejak Indonesia terjadi pandemi Covid-19, otomatis berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga angka kemiskinan di Indonesia akan semakin banyak.

Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar, Sabtu (2/5/2020). “Maka dari itu pemerintah perlu mendata secara real. Berapa jumlah angka kemiskinan di Indonesia. Untuk kemudian pemerintah mengambil kebijakan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Dia membaca beberapa indikator turunnya perekonomian masyarakat. Salah satunya adalah, minimnya pasokan barang dan pendapatan masyarakat yang turun. Ditambah, akibat pandemi ini banyak warga yang kerja di Ibu Kota Jakarta dan luar negeri pulang kampung, karena tidak adanya pekerjaan.

“Mereka di Ibu Kota dan luar negeri sudah lontang lantung karena tidak adanya pekerjaan. Mending kalau misalnya mereka pulang bawa uang. Kalau nggak, bagaimana?,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Askab PSSI Sumenep lebih lanjut menjelaskan, Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia. Tetapi juga di beberapa negara lain di dunia. Di negara-negara terdampak pandemi ini mengalami hal yang sama soal turunnya perekonomian.

“Di situ tergantung letalitas sebuah negara. Mampu tidak menghapi bencana seperti? Sudah disiapkan tidak mitigasinya,” tanya Hairul.

Mitigasi tersebut, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dia menyebut biaya yang besar itu apabila ditanggung pemerintah secara keseluruhan, sepertinya tidak mampu. Mengingat kemampuan keuangan Indonesia terbatas.

Lalu bagaimana langkah yang harus semestinya dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep? Menurutnya pemerintah daerah telah menerapkan protokol kesehatan. Kemudian pemerintah perlu menyiapkan mitigasi efek domino dari Covid-19, yakni krisis ekonomi.

“Pemerintah harus melakukan pemetaan. Mempersiapkan ketersediaan pangan. Jangan sampai krisis pangan nantinya menyebabkan terjadinya krisis sosial. Ada uang tetapi tidak tidak ada barang, ini percuma,” tegasnya. (hoki/yd)

Tinggalkan Balasan