Khairil tak Gentar Sedikitpun, Meski Sempat Diteror dan Diancam
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Setelah Grand Final dan khairil ditetapkan sebagai Juara pada Sabtu, (18/3/2023) dirinya menceritakan bahwa sempat diteror dan di ancam oleh Nomor Whatsapp yang tidak dikenal pada 04 Maret 2023 pukul 08:57 WIB.
Kepada media ini, Khairil menyampaikan bahwa teror dan ancaman itu tidak memiliki efek sediktpun baginya dan justru malah membuat dirinya keheranan karna sedikit lucu caranya.
“Teror dan ancaman itu tidak memberikan dampak sedikitpun bagi saya, karna bukan memberikan afek ke kahawatiran atau kecemasan justru malah memberikan afek yang lucu membuat saya tertawa“ tutur Khairil sambil tertawa sembari menunjukkan whatsapp yang menerornya.
Ia juga menambahkan, bahwa teror itu juga membawa-bawa organisasi dirinya
dengan mengatakan ,jika kamu masih anak hijau jangan melawan kamu miniritas dalam perlombaan ini, bunyi chat yang dibaca oleh media ini.
Kader HMI Cabang Sumenep itu menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah di didik untuk mundur dalam keadaan apapun jika masih dalam koridor kebenaran.
“Saya tidak pernah di ajarkan mundur meski dalam keadaan apapun, apalagi persoalan hanya menjadi minoritas, selama saya masih di jalur yang benar saya akan perjuangkan” tegasnya.
Selanjutnya, pemuda yang akrab dipanggil khairil itu membacakan chat dari nomor yang sempat menerornya dan mengancamnya.
“Kamu ini dari segi postur tinggi badan sudah tidak masuk, kok masih beraninya ikut lomba seperti ini. jangan harap kamu lolos di tahap audisi, ingat nomor satu dalam pemilihan seperti ini adalah tinggi badan, dan kamu kecil sekali bro. jangan harap lolos audisi apalagi ke tahap grand final, ingat saya punya banyak orang di dalam.” Isi dari pesan Whatsaap yang menerornya.
Pemuda kelahiran Desa Bates Kecamatan Dasuk itu mengucapkan terimakasih banyak kepada yang sudah menerornya karna ini menjadi motivasi baginya.
“Saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada yang sudah meneror saya karna ini menjadi motivasi bagi saya” tukasnya.
Sementara, saat nomor peneror tersebut dihubungi media ini untuk meminta penjelasan atau keterangan prihal teror dalam bentuk chat tersebut, masih belum merespon atau pesan WhatsApp terpantau masuk namun belum dibaca.