KM LCT Ayu 78 Terdampar di Desa Tanjung Kiaok Kecamatan Sapeken

SUMENEP, Limadetik.com — Kapal Motor (KM) LCT Ayu 78 nyaris tenggelam di perairan Desa Tanjung Kiaok, Sumenep, Jawa Timur, kapal yang bermuatan pipa pancang dermaga dan alat bangunan itu sedang berlayar dari pelabuhan tanjung perak surabaya menuju Kalabahi Alor, NTT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat M.Yusuf yang didapatkannya dari Kapten Kapal Firdaus Yusuf menjelaskan, KM LCT Ayu 78 berangkat dari pelabuhan tanjung perak surabaya menuju Kalabahi Alor NTT dengan muatan bahan pipa pancang dermaga dan bahan bangunan.

“Kapal lepas jangkar dari pelabuhan tanjung perak menuju Kalabahi, Kabupaten Alor NTT dengn muatan bahan bangunan dan pipa pancang dermaga pada hari jumat 3 agustus 2018” kata Yusuf pada limadetik.com Senin, (6/8/2018).

Ditambahkan M.Yusuf, di tengah perjalanan KM.LCT Ayu 78 dihantam ombak yang besar mengakibatkan pipa muatan kapal ada yang lepas dan jatuh ke dalam body kapal akibat tingginya gelombang laut dan angin kencang hingga lambung kapal mengalami kebocoran.

“Di tengah perjalanan sekira 30 mil di laut pulau sepanjang muatan pipa kami ada jatuh membentur body dalam kapal hingga mengakibatkan lambung kapal bocor, kami sudah berusaha memperbaiki kapal tapi akibat besarnya ombak dan kencang nya angin membuat kemiringan kapal tidak bisa ditahan lagi dan bocor yang membuat kapal tidak bisa jalan maksimal” terang Kapten Kapal pada M.Yusuf.

Selanjutnya kata kapten kapal Lct Ayu 78 Firdaus Yusuf menambahkan, karna khawatir dengan keadaan kapal yang semakin miring akibat masuknya air ke lambung kapal dirinya memutuskan untuk menepi ke pulau sepanjang tepat barat laut desa tanjung kiaok karna dianggap pulau yang paling dekat.

“Kami khawatir kapal akan tenggelam di tengah laut, makanya saya arahkan kapal menepi ke pulau ini (sepanjang red) tepatnya di desa tanjung kiaok, dan ABK kami semua sudah khawatir bahkan sempat semua ABK mau meninggalkan kapal (loncat dari kapal)” terang Firdaus.

Kemudian kata Firdaus, berselang 1 jam kapal masih bisa sampai ke tepian pulau atau desa tanjung kiaok walaupun posisi kapal sudah tenggelam sebagiannya.

“Alhamdulillah sekalipun kapal sudah tenggelam tapi tidak samapi tenggelam di tengah laut dan semua ABK masih bisa terselamatkan, begitu juga dengan barang muatan kami semua masih ada” imbuhnya.

Info terakhir yang didapat saat ini kapal sudah ada di desa tanjung kiaok sekitar 200 meter dari bibir pantai dan sudah dalam keadaan tenggelam sebagiannya. (yd/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here