Agus Rahman Budiharto, SE

SUMENEP, Limadetik.com – Komisi III DPRD Sumenep, Jawa Timur berharap proyek pembangunan Taman Bunga (TB) tidak bernasip seperti pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) atau eks Tajamara.

Pasalnya pembangunan RTH hingga saat ini tidak dilanjutkan karena bermasalah antara pemenang tender dengan pihak pemerintah.

“Kami berharap pelaksanaan pembangunan TB tidak seperti pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sampai saat ini tidak kelar akibat pihak ketiga yang melaksanakan diputus kontrak,” katanya anggota Komisi III DPRD Sumenep, Agus Rahman Budiharto, Kamis (28/6/2018).

TB merupakan ikon Kota Sumekar. Sehingga rencana pemerintah yang akan membangun TB pada tahun ini dinilai tepat, apalagi desainnya akan dikembalikan dengan model tempo dulu.

“Kami berharap proses pembangunannya benar-benar serius, tidak seperti RTH di terminal lama itu, hingga sekarang belum rampung,” harapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta dinas terkait untuk serius mengawal proyek tersebut. Pengalaman pembangunan RTH dan Rest Area tidak terulang kembali pada proyek pembangunan TB.

Apalagi anggaran yang dipersiapkan untuk pembangunan TB sangat besar, yakni sekitar Rp 5 miliar lebih yang berasal dari APBN. Disamping itu ada dana tambahan anggaran dari APBD kurang lebih Rp 200 juta.

“Kami harap dikerjakan dengan profesional dan tepat waktu. Karena TB sejak dulu memang memiliki daya tarik bagi pengunjung. Tetapi dalam perkembangannya, bangunan yang ada ternyata berubah dari bentuk bangunan pada waktu masa kerajaan tempo dulu,” tegasnya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here