Nasional

Kritikan Aktivis Atas Anggaran Pelatihan Eks Lokalisasi GS di Situbondo

×

Kritikan Aktivis Atas Anggaran Pelatihan Eks Lokalisasi GS di Situbondo

Sebarkan artikel ini
20180319 174430
Sekda Saat bersama para aktivis di lantai II Pemkab Situbondo

SITUBODO, Limadetik.com – Diberitakan sebelumnya aksi demo menuntut dugaan eks lokalisasi Gunung Sampan “GS” beberapa waktu lalu agar ditutup. Dikarenakan Perda Nomor 27 Tahun 2004 tidak diimplementasikan oleh Pemangku kebijakan. Senin, (19/3/2018).

Baca juga (http://limadetik.com/aktivis-situbondo-tuntut-eks-lokalisasi-gs-ditutup/)

Ada hal menarik dimana antara pendemo yang diwakili oleh Aktivis Situbondo, Syaiful Bahri, Fatoni Ahmat, Desi Kartika bersama Tim S_One yang diwakili Dwi Atmaka S dan Sekda, Syaifullah yang mewakili Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto, SH didampingi oleh Kasat Pol PP, Masyhari dan Polsek Kota, M. Hasan.

Dalam dialog tersebut Sekda kaget kalau ternyata Gunung Sampan masih beroperasi, “Saya benar-benar tidak tahu jika ternyata Gunung Sampan (GS) masih beroperasi, yang saya tahu hanya warung pinggir jalan saja”.

Tidak hanya Sekda yang kaget karena Gunung Sampan masih beroperasi. Namun Syaiful Bahri yang sekaligus Ketum GP Sakera Situbondo juga sangat kaget ketika mendengar statement lanjutan dari Sekda.

“Tiap bulan kami menganggarkan dana untuk Penghuni GS dengan pelatihan dan modal agar mereka bisa beralih profesi bahkan setiap bulan juga di adakan pengajian disana, dan kami perintahkan Satpol PP di bantu Kepolisian akan segera menutup lokasi prostitusi terutama GS”, ujar Sekda.

Sementara itu juga Bang Ipoel panggilan akrabnya mengaku senang dan kaget dengan statement Sekda, “Jika memang ada anggaran untuk GS. Kenapa GS tetap beroperasi”.

“Saya mencium ada yang tidak beres dalam pemanfaatan anggaran ini, jadi kami akan membuat pengaduan ke Polres Situbondo tentang anggaran yg kami curigai tidak tepat sasaran”, pungkasnya. (Aka/yd)