SUMENEP, Limadetik.com – Untuk kesekian kalinya, mahasiswa kembali lakukan aksi unjuk rasa ke kantor Pemkab Sumenep. Para mahasiswa menuding pemerintah buntu dalam menyelesaikan permasalahan tambak udang yang dinilai sangat mengganggu masyarakat sekitar.
Berbeda dengan sebelumnya, para aktivis mahasiswa ini mendatangi kantor Pemkab Sumenep yang terletak di Jl. Dr.Cipto no.33 mereka melakukan aksi tersebut dengan telanjang dada yang bertuliskan “aktivitas tambak udang mencemari destinasi wisata”
Kedarangan puluhan aktivis mahasiswa ini meminta Pemkab Sumenep memberikan penjelasan atas keberadaan tambak udang yang mereka nilai sebuah pencemaran lingkungan karena pengelolaan limbahnya serta sistem perizinannya.
Ach.Kurdi Irfani, korlap aksi menyampaikan bahwa kehadiran mereka untuk meminta bukti keberadaan tambak yang sudah memiliki izin operasi. Tapi sayang, pihak pemkab sumenep belum bisa menunjukkan nya kepada para mahasiswa.
“Kami hanya tau buktinya mana yang kata pihak pemkab sumenep sudah ada dua tambak yang sudah berizin. Nah jika benar berizin apakah dijamin tidak akan mencemari lingkungan” katanya bertanya, Kamis (5/11/2020).
Kurdi menuding, Pemkab Sumenep sudah lupa pada komitmen awal, dan bahkan melupakan janji-janjinya yang digaungkan sendiri pada tahun 2018 silam terkait visit.
“Sebuah komitmen tentang pengembangan sektor pariwisata yang digaungkan pada tahun 2018 dengan anggaran yang cukup besar ini yang telah dilupakan para pemangku kepentingan di Sumenep ini. Sehingga gaung itu dinodai oleh mereka sendiri” paparnya dengan tegas.
Hal itu lanjut Kurdi telah dibuktikan dengan adanya aktivitas tambak liar tak berizin di sekitaran lokasi salah satu destinasi wisata unggulan milik Pemkab Sumenep. Yaitu pantai Lombang. Dan pemkab justru hanya diam seakan membirkan nya begitu saja.
“Kalau sudah seperti ini (pantai lombang tercermari, red) lalu kemana Satpol PP, Dinas peruzinan dan OPD lainnya, terus kerja pemerintah daerah apa saja. Apa terus dibiarkan tambak udang tak berizin yang jumlahnya tidak diketahui” tukasnya.
(yd/red)