Artikel

Mendidik dengan Nalar Sehat

×

Mendidik dengan Nalar Sehat

Sebarkan artikel ini
Mendidik dengan Nalar Sehat
Ilustrasi

Mendidik dengan Nalar Sehat

Oleh : Subliyanto
___________________________________

Bismillah wal hamdulillah,was shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah. Waba’du,

LIMADETIK.COM – Mendidik merupakan tugas setiap manusia, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Dan pendidik yang baik tentulah orang yang berilmu. Yaitu orang yang paham terhadap sesuatu baik secara teori yang sudah tersurat maupun teori yang tersirat.

Derajat orang berilmu sangatlah tinggi. Maka sungguh merupakan “ketampanan dan kecantikan” yang bersifat statis bagi orang-orang yang menunjukkan pada kebaikan dan kebenaran melalui edukasi-edukasi yang disampaikan dengan beragam metodenya.

Demikian juga sebaliknya, sungguh tidak elok orang-orang yang konsisten menjadi kompor-kompor keburukan bagi orang lain. Karenanya tidaklah sama karakter orang-orang berilmu dan orang-orang tidak berilmu.

Orang berilmu akan senantiasa mengintegrasikan teori-teori yang sudah baku dengan teori-teori yang tersirat. Atau kalau kita menggunakan istilah agama disebut dengan teori Naqli dan teori Aqli. Dan inilah yang disebut dengan mendidik dengan Nalar Sehat.

Alhasil, petuah-petuah orang yang berilmu akan terstruktur dan tersistem dengan baik. Sementara petuah-petuah orang yang bodoh terikat kontrak dengan akalnya. Padahal tidak semua hal bisa dinalar dengan akal manusia.

Bahkan kadang sesuatu dalam hidup dan kehidupan kita lebih banyak terbukti dengan konsep-konsep baku (teori Naqli). Sungguh maha benar Allah atas segala firman-Nya. Dan sungguh bijak Rasulullah SAW. dengan segala edukasinya.

Maka sejatinya mendidik dengan Nalar sehat merupakan hal yang sangat penting. Dan hal itu hanya dimiliki oleh orang-orang berilmu yang betul-betul ekspet di bidangnya.

Karenanya, merupakan sebuah kewajiban bagi kita semua dalam belajar ataupun mengajar untuk berguru kepada orang yang betul-betul berilmu. Jangan sampai kita salah memilih guru, jangan sampai kita berguru kepada orang yang pura-pura berilmu. Agar kita mendapatkan pengetahuan secara kompleks dan komprehensif.

Terlebih di era saat ini yang hampir semua kegiatan serba digital. Waspada dan cerdaslah karena tidak selamanya cover mencerminkan isinya. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang cerdas baik dalam belajar maupun mendidik atau mengajar.

Washallahu ‘ala sayyidina Muhammad, wal hamdulillahi rabbal ‘alamin.Wallahu a’lam bis shawab. [*]

Penulis merupakan pegiat literasi di Pamekasan