Mengenai Perebutan Kursi Sekda, Ini Kata Bupati Bondowoso Salwa Arifin

IMG 20190426 WA0038
Drs. KH. Salwa Arifin

BONDOWOSO, Limadetik.com — Proses lelang jabatan di babak terakhir yang akan menduduki posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso kini mengurucut menjadi tiga nama.

Dari ke tiga nama tersebut yaitu Agung Tri Handono yang merupakan PJ. Sekda saat ini, kemudian Farida yang merupakan Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Bondowoso dan satu ASN dari Pemkab Situbondo bernama Syaifullah.

Dikutip dari laman resmi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso bahwa berdasarkan hasil sidang Panitia Seleksi (Pansel) terbuka Jabatan Tinggi Pratama (JPT) Sekretaris Daerah Bondowoso pada 8 April 2019 lalu, diperoleh tiga nama dengan peringkat teratas.

Menurut Munir salah satu anggota Sekretariat Pansel melalui telefon selulernya mengatakan bahwa setelah ini tak ada tahapan lainnya kecuali menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Rekomendasi tersebut untuk memastikan bahwa pelaksanaan seleksi dinilai sudah benar dan obyektif.

“Tidak ada lagi tahapan berikutnya, artinya, tinggal nanti Bupati yang menentukan. Tugas Pansel selesai,¬† kecuali dibatalkan oleh KASN” kata Munir.

Sementara menurut Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin saat dikonfirmasi, bahwa dirinya masih belum memilih dari tiga nama tersebut. Dengan alasan masih memperhatikan mana yang memenuhi kriteria.

“Sampai saat ini belum saya pilih dari tiga nama yang lolos dari Pansel, karena sampai sekarang saya belum bisa menentukan, dalam hal ini saya harus cermat dan tentunya saya perhatikan dulu” ujar Bupati pada awak media, Jum’at (26/4/2019).

Bupati juga mengaku bahwa dirinya akan memilih calon Sekda yang memiliki komitmen yang kuat, berintegritas, dan punya loyalitas yang tinggi kepada Pemerintahan Bondowoso.

“Tidak ada target waktu penentuan pilahan saya, pokoknya saya merasa mengetahui bagaimana tiap-tiap dari ke tiga orang itu, nanti saya bisa menentukan, kan sudah tidak ada tahapan lagi, hanya menunggu pertimbangan-pertimbangan saja” tambah Bupati Salwa. (budhi/dyt)

Tinggalkan Balasan