JAKARTA, Limadetik.com — Pembahasan tentang Nduga di akhir tahun ini seakan tidak ada habisnya. Diawali dengan kejadian duka atas peristiwa pembantaian, lalu diikuti dengan tersebarnya sejumlah berita hoax. Termasuk intrik para pejabat dan si kuli tinta menggoreng semua masalah Nduga.

Kali ini ada kisah menarik dari Nduga yang datang dari seorang Anak nomor Satu di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua yakni sebuah foto berisi gambar seorang putra daerah memegang bendera Bintang Kejora yang di unggah oleh akun Instagram milik Rockydoggs.

Foto yang menggambarkan pemilik akun tersebut memegang bendera Bintang Kejora dengan caption “Tidak bisa menyangkal jati diri Sebagai anak Bangsa Papua” MERDEKA dengan dibumbui emoji kepalan tangan dan 100 hastag lawan hastag merdeka.

Berdasarkan penelusuran awak media ini, Kamis (27/12/2018) siang, pemilik akun Rockydoggs, foto yang memegang bintang kejora sudah tidak terdapat dalam galeri unggahan. Namun terdapat satu foto yang menggambarkan dirinya berdiri ditembok yang terlukis Bendera Bintang Kejora.

Foto yang diunggah pada 1 Desember 2017 tertulis caption ‘Romans 8:31 As Long as you know that God is for you, it doesn’t matter who is agains you, ditambahi emoji kepalan tangan dan dua tangan terlipat serta hastag PapuaMerdeka.

Namun, saat hendak di konfirmasi terkait keberadaan foto tersebut, Kamis (27/12) malam, akun tersebut telah terkunci dan tidak dapat diakses lagi oleh pengguna umum.

Sangat disayangkan sekali perilaku yang tidak terpuji ini. Dari foto yang diunggah tersebut tampak bahwa anak Bupati Nduga itu berfoya-foya di luar negeri, sementara masyarakatnya kesusahan.

Kitorang Papua miris melihat manusia macam itu. “Deng tra sadar ko pake uang rakyat. Apa ko gunakan uang otsus pembangunan untuk foya-foya di Australia sana. Ko tra tau diri” ujar seorang anak papua yang enggan disebutkan namanya.

Kesederhanaan Keluarga Prersiden Joko Widodo

Tepat tanggal 20 Oktober 2014, Joko Widodo, alias Jokowi, telah resmi menyandang jabatan sebagai Presiden ke-7 RI menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak itu pula, dia bersama keluarganya berhak menempati bagian manapun di Istana sebagai tempat tinggalnya.

Meski menduduki jabatan tertinggi di negeri ini, namun baik Jokowi dan keluarganya tidak pernah lupa diri. Padahal, mereka juga berhak mendaatkan fasilitas terbaik dari negara, mulai dari pelayanan VIP dan pengawalan ketat.

Pelayanan nomor satu tidak membuat mereka lupa diri, adakalanya salah satu anggota keluarga tepergok tanpa pengawalan atau berada di area ekonomi dengan bergabung bersama penumpang biasa lainnya. Berikut bukti kesederhanaan Jokowi yang sempat tertangkap kamera warga.

Gibran Rakabuming.

Ini anak pertama Jokowi. Sebagai anak pertama, seharusnya Gibran ini bisa mengikuti jejak bapaknya. Bapaknya seorang presiden, paling tidak Gibran bisa mendapatkan posisi bagus dalam roda pemerintahan. Coba saja lihat kebanyakan orang. Bapaknya ketua partai, anaknya ikut-ikutan dalam susunan kepengurusan partai. Entah apa kemampuan dan prestasinya, yang penting punya posisi yang tinggi.

Gibran ini tidak sama dengan anak orang kebanyakan. Dia tidak suka memanfaatkan nama besar bapaknya. Dia lebih suka mengurus usahanya sendiri. Mandiri.

Dulu Gibran punya usaha catering dengan nama Chili Pari. Berkat kerja kerasnya, usahanya ini maju pesat. Sekarang, dia sudah punya usaha yang lain lagi yakni Markobar (Martabak Kota Barat).

Lucunya, kemaren ada yang nyinyir “Anak presiden kok jual Martabak”. Hahaha begitulah kata nyinyiran.

Memangnya kenapa kalau jual Martabak? Martabak makanan enak lho. Saya selalu beli martabak walaupun bukan martabak yang berasal dari usaha anak Jokowi. Orang-orang juga banyak yang suka martabak. Ini kan bagus. Berarti Gibran sukses memanfaatkan peluang dari rasa suka banyak orang terhadap martabak.

Bagi saya, nggak penting usahanya apa, yang penting hasilnya halal. Walaupun sekarang usaha yang kita bangun kecil dan dipandang sebelah mata, tapi kalau kita tekun, suatu saat nanti kita pasti akan berhasil.

“Saya salut sama Gibran. Dia ini orang yang menganut pemikiran “Lebih baik punya motor Supra tapi STNK nya atas nama sendiri dari pada punya motor Ninja tapi STNK nya atas nama orang tua” begitu kata seorang warga yang namanya minta tidak dipublis.

Kahiyang Ayu.

Ini anak kedua dan sekaligus satu-satunya anak perempuan dari Jokowi. Kahiyang ini pernah menjadi salah satu cewek yang paling banyak dibicarakan pada tahun 2014 yang lalu. Bukan cuma karena kecantikannya tapi juga karena kacamatanya itu lho, yang bikin dia kelihatan seperti cewek pintar.

Di tahun yang sama, dia pernah ikutan tes CPNS. Walaupun nilainya tinggi tapi tidak lolos kualifikasi karena ada salah satu kategori penilaian yang tidak mencukupi.

Anak presiden ikutan tes CPNS? Tidak ada pula perlakuan khusus. Ini membuktikan bahwa anak-anak Jokowi itu mandiri. Kalau cuma mengandalkan nama besar orang tuanya, mungkin Kahiyang tidak akan gagal saat ikutan tes CPNS kemaren.

Kaesang Pangarep.

Kaesang ini anak bungsu Jokowi. Dia yang paling humoris dan aktif di sosial media. Waktu sekolah di Singapura, tidak ada yang tahu bahwa dia anak orang nomor satu di Indonesia. Pembawaannya santai. Tidak berlebihan. Dia melakukan hal yang sama dengan anak-anak seusianya.

Kaesang ini punya blog di blogger dengan alamat misterkacang.blogspot.com

Bayangkan kawan, anak presiden punya blog di penyedia blog gratisan. Padahal kalau Kaesang mau, dia bisa meminta Jokowi membuatkannya blog dengan domain dan hosting berbayar. Misalnya kaesang.com dengan menggunakan wordpress self hosted. Kurang sederhana apa coba anak bungsu Jokowi ini?

Selain itu, Kaesang juga seorang Youtuber. Menurut info yang saya baca, sejak menjadi Youtuber, Kaesang sudah jarang minta uang saku dengan bapaknya.

Berbelanja di pasar tradisional

Menjadi ibu negara, Iriana Joko Widodo tidak merasa risih untuk berada di pasar tradisional yang sering dikesankan semrawut dan bau. Sejumlah warga sempat memergoki Iriana sedang berbelanja di pasar tradisional, terutama saat berada di Solo, Jawa Tengah.

Saat itu dia membeli sejumlah kebutuhan pokok bagi keluarganya, termasuk kerupuk. Menurutnya, jenis kerupuk yang paling disukai suaminya, Presiden Joko Widodo, hanya dijual di pasar tradisional.

Tidak memanfaatkan fasilitas negara.

Beberapa penumpang secara tidak sengaja pernah mendapati putri bungsu Jokowi, Kahiyang Ayu, sedang bersantai di sebuah restoran terbuka di Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Saat itu, dia sedang bersama sang ibu, Iriana, sedang menanti penerbangan menuju Solo.

Beberapa waktu lalu, Iriana juga diketahui sedang seorang diri di bandara yang sama dan duduk di ruang tunggu kelas ekonomi. Sedangkan Kahiyang juga tepergok kembali sedang berada di sebuah rumah makan bersama teman-temannya di sebuah rumah makan sederhana.

Pakai penerbangan kelas ekonomi.

Meski sudah menjalani kesibukan baru sebagai seorang presiden, Jokowi tidak pernah melupakan tanah kelahirannya di Solo, Jawa Tengah. Sesekali, dia bersama istri Iriana, serta ketiga anaknya pulang ke sana untuk melepaskan diri dari penatnya peta perpolitikan di negeri ini.

Menariknya, untuk kembali ke Solo dia justru memilih kelas ekonomi dan penerbangan reguler. Tidak sekalipun dia menggunakan pesawat kepresidenan meski berhak menggunakannya. Hal yang sama juga terjadi kepada ketiga anaknya.

Yang tidak terlupakan adalah ketika Jokowi memilih menggunakan pesawat Garuda Indonesia kelas ekonomi saat menuju ke Singapura untuk menghadiri acara kelulusan Kaesang Pangarep.

Keluarga yang harmonis

10 Mei lalu, kedatangan Jokowi ke Papua untuk meninjau langsung pembangunan jalan dari Wamena hingga Mamugu memberikan pemandangan yang menarik. Nah, saat itu Iriana langsung mendekati dan memayungi suaminya yang sedang berada di atas motor trail. Lazimnya, hal seperti ini lazimnya dilakukan oleh ajudan.

Jauh sebelumnya Jokowi beberapa menyempatkan diri untuk tampil dalam Vlog milik putra keduanya, Kaesang Pangarep. Saat tampil itu, ayah tiga anak tersebut tak segan bersenda gurau dan bahkan ikut dalam lomba memanah.

Tak malu pakai produk lokal.

Dalam sejumlah kesempatan kunjungan kenegaraan, Presiden Joko Widodo sering menyempatkan diri mendatangi pusat-pusat keramaian masyarakat. Hal ini dimaksudkan Presiden, untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan warga.

Presiden juga sering melakukan hal ini, untuk melihat dinamika ekonomi masyarakat. Hal ini pula yang dilakukan Presiden, saat berkunjung ke sebuah mal di Manado, Sulawesi Utara, pada 18 Oktober 2016. Bahkan pada kesempatan itu, Presiden membeli sepasang sepatu produk dalam negeri untuk digunakannya. (MB/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here