Opini

Opini: Refleksi Hari Santri di Tengah Pandemi Covid

×

Opini: Refleksi Hari Santri di Tengah Pandemi Covid

Sebarkan artikel ini
IMG 20201022 WA0073

Oleh : Ahmad Muhdlor Ali. S.IP.(Direktur Pendidikan Ponpes Progresif Bumi Sholawat).


Santri salah satu ujung tombak dalam pergerakan kemerdekaan dan saat ini diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Hari santri merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap perjuangan, pengaruh leluruh yang mengeluarkan resolosi jihad terhadap perjuangan untuk kemerdekaan yang diikrarkan oleh K.H. Hasyim Asy’ari selaku pendiri sekaligus rois akbar NU sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah.

Resolusi jihad antara yang dulu dengan sekarang amat sangat berbeda dan lebih berat yang sekarang, jihad sekarang tidak nampak musuhnya yaitu melawan kemiskinan, kebodohan termasuk ketidakadilan, ini yang harus diperjuangkan oleh para santri, warga NU wajib memegang teguh. Perjuangan masih panjang, kita bukan berleha-leha, bukan santai tapi kita wajib menjaga apa yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulu kita khususnya poin-poin di atas.

Jihad saat ini juga termasuk mengendalikan diri sendiri, pengendalian terhadap covid yang masih menghantui di seluruh dunia.

Kedepannya para santri wajib mewarnai pos-pos penting di Indonesia, pos-pos pemerintahan dan santri juga sudah tidak dipandang sebagai kaum yang kolot yang bahasanya sebagai modin tapi sudah bisa menjadi lurah, camat, bupati bahkan sebagai presiden selama santri tersebut matang secara intelektual dan religiusnya. Santri milenial saat ini sudah banyak demikian juga yang melek teknologi juga banyak.