oleh

Penerbangan ke Kepulauan Tidak Terealisasi, Anggaran Rp 1,5 M Dikembalikan

-Tak Berkategori-11 views

SUMENEP, limadetik.com – Cita-cita masyarakat kepulauan supaya ada alat transportasi udara dari daratan ke kepulauan Sumenep, Jawa Timur dan sebaliknya tidak kunjung terealisasi.

Bahkan anggaran yang disiapkan untuk subsidi penerbangan perintis rute Sumenep (daratan)-Pulau Pagerungan di tahun 2018 dikembalikan ke kas negara. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 1,5 M.

“Karena tidak dipakai, maka anggaran itu akan dikembalikan,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triantono,Rabu (19/12/2018).

Penerbangan perintis ke kepulauan dengan menggunakan Bandara Khusus Milik Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) Migas di Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken diprogramkan Pemerintah Pusat bagi warga Pulau di 2018 tidak terealisasi.

Penerbangan bersubsidi yang diharapkan mampu meningkatkan pelayanan transportasi di wilayah pelosok dan tertinggal, seperti kepulauan itu terkendala perubahan status bandara dari khusus ke bandara umum.

Indra menerangkan, anggaran untuk penerbangan perintis rute Sumenep-Pagerungan sebenarnya telah disiapkan, namun hingga tutup tahun tidak dimanfaatkan karena perubahan status badara belum turun.

“Saat ini, kami tengah menyusun pengembalian anggaran untuk biaya penerbangan perintis itu ke kas negara lebih Rp. 1,5 Miliar selama setahun di 2018,” terangnya.

Meski demikian, sambung Indra, di tahun 2019 Kementerian Perhubungan RI kembali memprogramkan penerbangan perintis rute Sumenep-Pagerungan, hanya saja pesawat yang akan digunakan masih proses lelang.

“Tapi apabila status bandara tidak dirubah, kami tidak berani menerbangkan pesawat perintis ke Pagerungan, meskipun dinyatakan layak dimanfaatkan untuk penerbangan umum,” tukasnya.(hoki/rud)

Komentar