Pentingnya Budaya Literasi dalam Dunia Kemahasiswaan
Oleh: Noris Soleh
Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan
__________________________
ARTIKEL – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di era globalisasi saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung dengan sangat cepat. Mahasiswa dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang mereka dan memperluas wawasan agar tidak tertinggal. Budaya literasi membantu mahasiswa mengakses, memahami, dan menganalisis informasi terkini dengan lebih efektif (Green, W., & Brock, T. C. 2005).
Adapula dalam dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang mumpuni. Lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan mampu mengomunikasikan ide – ide mereka dengan baik. Budaya literasi membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan – keterampilan tersebut selama masa studi. Perlu diingat juga bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah.
Budaya literasi mendukung mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan akademik tersebut, seperti membaca literatur, menulis karya ilmiah, dan mengomunikasikan temuan penelitian.
Tantangan revolusi industri 4.0
Revolusi industri 4.0 membawa perubahan besar dalam dunia kerja, seperti otomatisasi, digitalisasi, dan integrasi teknologi yang masif. Untuk menghadapi tantangan ini, mahasiswa perlu memiliki keterampilan yang sesuai, termasuk kemampuan literasi digital untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara efektif. (Lase, D. (2019). Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. SUNDERMANN).
Pentingnya pembelajaran sepanjang hayat.
Di abad ke-21, pembelajaran tidak lagi terbatas pada pendidikan formal di perguruan tinggi. Mahasiswa perlu memiliki budaya literasi yang kuat agar dapat terus belajar dan mengembangkan diri secara mandiri setelah lulus nanti, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan dunia kerja yang terus berubah. dengan hal itu kita dapat melihat bahwa budaya literasi menjadi sangat penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia akademik dan profesional yang semakin kompleks dan dinamis.
Dalam konteks pendidikan, literasi menekankan pentingnya pembelajaran yang berkelanjutan, baik secara formal maupun informal (Jarvis, P. 2007). Lembaga pendidikan perlu membekali peserta didik dengan keterampilan literasi yang kuat, serta mengembangkan minat dan kebiasaan untuk terus belajar dan mencari informasi baru. Selain itu, individu juga harus proaktif dalam mengembangkan keterampilan literasi mereka sendiri, misalnya dengan membaca, menulis, berdiskusi, mengikuti pelatihan, atau memanfaatkan sumber daya online.
Literasi memang membutuhkan komitmen dan usaha yang konsisten dari individu maupun lembaga terkait. Namun, manfaat jangka panjangnya sangat besar, seperti peningkatan kualitas hidup, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, literasi sepanjang hayat harus ditekankan dan difasilitasi dalam berbagai aspek kehidupan modern (Laal, M. 2011).
Budaya literasi memiliki peran penting dalam dunia kemahasiswaan.
(1). Meningkatkan kemampuan akademik Literasi merupakan kunci untuk memahami dan menganalisis informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan literatur lainnya. Mahasiswa yang memiliki budaya literasi yang baik akan lebih mudah memahami materi kuliah, menulis karya ilmiah, dan meningkatkan kinerja akademik mereka.
(2). Mengembangkan keterampilan berpikir kritis aktivitas membaca, menulis, dan menganalisis informasi dapat mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Mereka akan terbiasa mengkritisi ide, menganalisis argumen, dan membuat kesimpulan yang logis dari informasi yang mereka peroleh.
(3). Memperluas wawasan dan pengetahuan dengan membaca, mahasiswa dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mereka tentang berbagai topik di luar bidang studi mereka. Hal ini dapat membantu mahasiswa menjadi lebih terbuka dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu global.
(4). Meningkatkan keterampilan komunikasi, budaya literasi juga membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan komunikasi, baik lisan maupun tertulis. Dengan membaca dan menulis secara teratur, mereka dapat meningkatkan kosakata, tata bahasa, dan kemampuan mengekspresikan ide secara efektif.
(5). Mempersiapkan diri untuk karier masa depan, di dunia kerja keterampilan literasi sangat penting untuk menganalisis laporan, membuat presentasi, menulis proposal, dan berkomunikasi dengan efektif. Budaya literasi yang kuat selama masa kuliah akan mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tuntutan karier di masa depan.
Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan budaya literasi melalui kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, dan berpartisipasi dalam kegiatan akademik lainnya. Hal ini akan membantu mereka menjadi pembelajar yang aktif, kritis, dan siap menghadapi tantangan di dunia akademik dan profesional.
Cara memulai budaya literasi
Memulai budaya literasi bagi mahasiswa memang tidak mudah, tetapi dengan komitmen dan langkah-langkah yang tepat, hal itu bisa dicapai. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memulai budaya literasi:
1. Membuat jadwal membaca
Tetapkan jadwal rutin untuk membaca, misalnya 30 menit setiap hari atau 2 jam setiap akhir pekan. Jadwal yang konsisten akan membantu membentuk kebiasaan membaca.
2. Memilih bacaan yang diminati
Pilihlah bacaan yang sesuai dengan minat Anda, seperti novel, biografi, artikel ilmiah, atau buku populer. Bacaan yang menarik akan membuat aktivitas membaca menjadi lebih menyenangkan.
3. Bergabung dengan komunitas literasi
Cari komunitas literasi di kampus atau lingkungan sekitar, seperti kelompok diskusi buku atau klub menulis. Komunitas ini dapat memberikan dukungan dan motivasi untuk mengembangkan budaya literasi.
4. Memanfaatkan perpustakaan
Perpustakaan kampus atau perpustakaan umum menyediakan sumber bacaan yang beragam. Manfaatkan fasilitas ini untuk mengakses buku, jurnal, atau sumber referensi lainnya.
5. Menulis jurnal atau blog
Memulai kebiasaan menulis, seperti menulis jurnal harian atau blog, dapat membantu mengembangkan keterampilan menulis dan mengekspresikan ide dengan lebih baik.
6. Berpartisipasi dalam kegiatan literasi
Ikuti kegiatan literasi di kampus, seperti diskusi buku, lokakarya menulis, atau seminar tentang pentingnya budaya literasi. Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman tentang literasi.
7. Memanfaatkan teknologi
Gunakan sumber daya digital seperti e-book, artikel online, podcast, atau video edukatif untuk mendukung kegiatan membaca dan belajar.
8. Belajar dari teman atau mentor
Carilah teman atau mentor yang memiliki budaya literasi yang baik. Pelajari kebiasaan dan strategi mereka dalam membaca dan menulis, serta mintalah saran dan dukungan.
Memulai budaya literasi membutuhkan komitmen dan konsistensi. Dengan melakukan langkah-langkah di atas secara bertahap, mahasiswa dapat membangun kebiasaan membaca dan menulis yang positif, serta meningkatkan keterampilan literasi mereka.
Selamat membaca dan selamat mencoba.
Kalau bukan sekarang kapang lagi dan Kalau bukan kita siapa lagi ?
Jangan pernah takut untuk memulai tapi Takutlah ketika kita tidak memulainya sama sekali.