Opini

Pentingnya Kesadaran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menanggulangi Aksi Klitih di Yogyakarta

×

Pentingnya Kesadaran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menanggulangi Aksi Klitih di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Pentingnya Kesadaran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menanggulangi Aksi Klitih di Yogyakarta
Amanda Rifki Sulistio

Pentingnya Kesadaran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menanggulangi Aksi Klitih di Yogyakarta

Oleh : Amanda Rifki Sulistio
Fakultas: Teknik
Prodi : Pendidikan teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Negeri Yogyakarta

________________________________

OPINI – Aksi klitih,yang merujuk pada tindakan kekerasan dan kejahatan jalan di Yogyakarta,telah menjadi isu serius yang memerlukan perhatian masyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk kesadaran individu terhadap tanggung jawab sosial dan moral.

Kesadaran ini tidak hanya akan membantu individu untuk memaham i hak dan kewajiban mereka,tatapi juga mendorong orang mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Pertama, pendidikan kewarganegaraan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai demokrasi dan keadilan.Dalam memahami dasar-dasar demokrasi, siswa diharapkan dapat menghargai perbedaan dan menghindari tindakan intoleransi yang sering menjadi pemicu kerusuhan.Pendidikan yang menekankan pada pengembangan karakter dan empati ini sangat penting untuk mencegah tindakan agresif yang merugikan masyarakat.

Kedua, melalui pendidikan kewarganegaraan, mahasiswa diajarkan mengenai pentingnya hukum dan peraturan yang berlaku. Pengetahuan ini akan memberikan mereka kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum. Dengan demikian, mereka akan lebih berhati hati dalam berperilaku dan cenderung untuk tidak terlibat dalam aksi klitih yang jelas melanggar hukum.

Selanjutnya, pendidikan kewarganegaraan juga berfungsi untuk membangun rasa solidaritas antar warga. Dengan memahami bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban, mahasiswa akan lebih terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif masyarakat.

Kegiatan kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mereka untuk mengapresiasikan diri secara konstruktif, sehingga mengurangi kemungkinan mereka terlibat dalam tindakan negatif.

Selain itu, pendidikan kewarganegaraan dapat mengajak mahasiswa untuk berfikir kritis tentang isu isu sosial yang terjadi di sekitaran mereka. Dengan kemampuan berfikir kritis mahasiswa dapat menganalisis penyebab dan dampak dari aksi klitih, serta mencari solusi yang lebih efektif. Hal ini dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya peka terhadap masalah sosial, tetapi juga aktif dalam mencari jalan keluar.

Pentingnya pendidikan kewarganegaraan juga terlihat dalam pengembangan keterampilan komunikasi yang baik. Keterampilan ini sangat diperlukan agar individu dapat menyampaikan pendapat dan mengatasi perbedaan dengan cara yang konstruktif. Dengan komunikasi yang baik, konflik yang mungkin timbul dapat diselesaikan tanpa harus berujung pada kekerasan.

Disamping itu kolaborasi antar sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting dalam menerapkan pendidikan kewarganegaraan. Dengan adanya dukungan dari beberapa pihak, nilai nilai kewarganegaraan dapat ditanamkan secara lebih efektif. Kegiatan kegiatan yang melibatkan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan kewarganegaraan akan memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Akhirnya, kesadaran pendidikan kewarganegaraan bukan hanya tanggung jawab intruksi pendidikan, tetaoi juga seluruh elemen masyarakat.

Dengan bersinergi, kita dapat menciptakan lingkungan yang konduktif dan mengurangi aksi klitih di Yogyakarta melalui upaya bersama ini, diharapkan generasi mendatang akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sosial mereka.