Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menanggulangi Kasus Kriminal di Kalangan Remaja
Oleh : Muhammad Ananda Al Fitra Za’im
Fakultas : Teknik
Prodi : Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Negeri Yogyakarta
___________________________________
OPINI – Fenomena gangster motor di Kota Semarang akhir-akhir ini menjadi pemberitaan yang hangat di media cetak maupun media sosial. Aksi mereka meresahkan.
Tidak hanya berkonvoi keliling kota pada malam hari, tawuran, dan sebagainya, tetapi juga bertindak yang meresahkan masyarakat. Bisa dibayangkan, siapa yang tak ngeri melihat segerombolan anak muda berkeliling kota dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam.
Seperti ramai diberitakan media massa. Seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Jawa Tengah tewas setelah jadi korban penyerangan gangster yang terjadi pada Hari Selasa (17/9/2024).
Remaja yang tergabung dalam gangster umumnya adalah para remaja yang sedang dalam proses perkembangan yaitu mengalami krisis identitas. Krisis identitas terjadi karena remaja mengalami konflik kepribadian antara yang dipersepsi dan yang dihadapi dari lingkungannya.
Dalam proses itu, mereka cenderung mengikuti kelompok yang dianggap sebagai kelompok yang ideal. Geng motor itulah yang menjadi kelompok ideal mereka.
Untuk mengantisipasi dan mengeliminasi agar ulah gangster motor tidak berkembang makin mencemaskan, mereka harus menanamkan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai karakter dan kepribadian pada diri kita untuk bercermin serta melangkah menuju kehidupan yang berpendidikan, yang bijak dan terarah. Pendidikan Kewarganegaraan memainkan peran krusial atau sangat penting dalam mengatasi bahaya kekerasan tersebut.
Melalui mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini diharapkan mahasiswa dapat memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara Indonesia, dapat menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan yang berpendidikan di lingkungan sosial, serta memahami dampak apa saja yang akan timbul apabila melakukan tindakan kekerasan yang dapat menyebabkan tewas nya Seseorang.
Keterlibatan orang tua dan masyarakat dan aparat kepolisian juga sangat penting dalam mendukung pendidikan kewarganegaraan ini.
Sekolah, orang tua, dan aparat keamanan harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan tindakan kriminal. Hal ini akan memperkuat pesan bahwa tindakan kriminal tidak dapat diterima dalam masyarakat kita.
Pihak kepolisian harus menegakkan keadilan dan memberi hukuman yang sepadan kepada pelaku untuk aksi yang telah dilakukan hingga menyebabkan tewasnya seseorang.
Cara tersebut adalah solusi yang paling efektif untuk mencegah agar para remaja tidak terkontaminasi atau terpengaruh buruk oleh remaja lainya melalui lingkungan.