https://limadetik.com/

Pesantren Maulana Ishaq, Pesantren Berbasis Santripreneurship di Lamongan

  • Bagikan
1553948377341

LAMONGAN, Limadetik.com — Pondok – Pesantren merupakan bentuk asli kebudayaan dan sistem pendidikan tertua di Indonesia, karena itu ia mempunyai tanggungjawab untuk mempertahankan eksistensinya demi peningkatan harkat dan martabat bangsa menuju tercapainya kemanusiaan yang utuh sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila dasar Negara Republik Indonesia.

Dengan demikian, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dan perjuangan ke arah tersebut di atas, harus senantiasa berupaya meningkatkan peranannya di tengah-tengah masyarakat dan bangsa, agar keberadaanya betul-betul berdaya guna bagi terciptanya kemajuan bangsa dan kelangsungan negara yang adil dan makmur.

https://limadetik.com/

Pondok – Pesantren Maulana Ishaq adalah salah satu Pondok Pesantren di wilayah pesisir Lamongan yang telah dipercaya untuk menyelenggarakan program wajib belajar. Pondok Pesanten Maulana Ishaq yang didirikan pada tanggal 17 Oktober 2012 oleh K.H. Abdul Wahid dan telah diwakafkan untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran umat Islam.

Dari sejak berdirinya Pondok hingga saat ini Pondok Maulana Ishaq Kemantren masih terus mengadakan perbaikan secara bertahap, baik dalam pengembangan sistem pendidikan (pembinaan santri-santri) maupun dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Pondok Pesantren Maulana Ishaq Kemantren mempunyai daerah binaan di beberapa kelurahan dan kecamatan. Salah satu bidang pembinaan di Pondok ini adalah bidang ekonomi, mempunyai agenda meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian santri, pengajar dan masyarakat yang dibina.

Pengasuh pesantren KH. Abdul Wahid menuturkan, peran Pesantren Maulana Ishaq makin besar di masa-masa mendatang, mengingat tantangan dunia yang semakin berat. Persoalan Globalisasi dan makin maraknya industri di pesisir Lamongan, masifnya serbuan Informasi digital, aneka hiburan tidak telah mengubah perilaku tapi pola pikir dan ideologi masyarakat.

“Kompetisi di berbagai lini kehidupan juga makin berat. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Pesantren Maulana Ishaq tidak hanya bertanggung jawab mengawal masyarakat agar senantiasa berada di jalan yang benar, tapi juga perlu menyiapkan skill yang handal, sehingga melahirkan sumber daya manusia yang saleh, cakap, dan terampil dalam meniti arus zaman” kata KH.Abdul Wahid, Jumat (29/3/2019).

Menurut Kiyai Kharismatik ini, sebagai lembaga yang bersifat sosial keagamaan, pesantren Maulana Ishaq tidak hanya terfokus pada pengajaran keagamaan bagi santri dan masyarakat sekitar, namun pengembangan di bidang wirausaha juga terus ditingkatkan.

“Wirausaha ini sengaja dibentuk sebagai upaya menciptakan nilai-nilai kemandirian dan membekali kemampuan santri dalam menghadapi kehidupan di masa depan serta untuk menunjang perekonimian mandiri pesantren.” tuturnya di tengah-tengah pertemuan bulanan pesantren dengan masyarakat sekitar, di Ndalem pengasuh di Kemantren, Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua yayasan Ustadz Subekhi menuturkan, posisi pesantren yang berada di desa Kemantren dengan kawasan lengkap mulai dari pertanian sampai dunia usaha modern, memberikan sebuah pilihan bagi pesantren Maulana Ishaq untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian dan peternakan.

“Saat ini pesantren memiliki unit usaha di bidang peternakan domba pedaging, ayam kampung super, pupuk organik, dan konveksi yang dikelola secara mandiri oleh para santri” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua wira usaha pesantren. Muhammad Shidiq menegaskan, bahwa usaha yang dilakukan di lingkungan pesantren Maulana Ishaq diorientasikan pada pengembangan pesantren di bidang ekonomi. “Sebagai pesantren yang berdiri di abad ke 20, dituntut untuk senantiasa kreatif dalam mendidik santri. Pelatihan-pelatihan berbasis wira usaha harus dilakukan sebagai cara alternatif dalam mewujudkan pesantren mandiri dan kreatif” urainya.

Senada dengan Mustafid Halim, (guru ekonomi dan IT di Madrasah Aliyah Vokasi Pesantren Maulana Ishaq) memberikan sebuah penegasan bahwa tumbuh kembangnya wira usaha ditentukan juga dari pendanaan dan manajemen yang bagus.

“Di umur pesantren yang sudah mencapai 8 tahun ini, dibutuhkan peran dan perhatian pemerintah agar niat dan upaya yang dilakukan di lingkungan pesantren Maulana Ishaq dapat betul-betul dirasakan manfatnya” timpalnya. (rls/yd/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan