Scroll Untuk Membaca Artikel
Headline News

Polres Sumenep Berhasil Tambah Tersangka Baru Tipikor Gedung Dinkes Menjadi 6 orang

×

Polres Sumenep Berhasil Tambah Tersangka Baru Tipikor Gedung Dinkes Menjadi 6 orang

Sebarkan artikel ini
Polres Sumenep Berhasil Tambah Tersangka Baru Tipikor Gedung Dinkes Menjadi 6 orang
FOTO: Pres release Polres Sumenep tersangka baru dalam kasus Dinkes

Polres Sumenep Berhasil Tambah Tersangka Baru Tipikor Gedung Dinkes Menjadi 6 orang

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Polres Sumenep Madura Jawa Timur akhirnya kembali menambah tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Gedung Dinkes dan Kantor BPMP & KB Kabupaten Sumenep TA.2014. Dari tersangka sebelumnya 3 orang kini bertambah menjadi orang, Senin ( 26/6/ 2023 ).

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Penetapan tersangka baru tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan Berkas Perkara Gedung Dinkes dan Kantor BPMP & KB Kabupaten Sumenep TA.2014 oleh Kejaksaan Negeri Sumenep. Dimana berkas tersebut mengalami P19 sebanyak sembilan kali, maka sejak tanggal 21 Juni sudah dinyatakan P21 (lengkap).

Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, M.H mengatakan, bahwa Polres Sumenep telah menetapkan enam orang tersangka masing-masing IM warga Kecamatan Lenteng (Penyedia Jasa Kontruksi), ABM warga Kota Malang (Konsultan Pengawas), MAQ warga Kecamatan Bluto (Kuasa Direksi PT. WSB selaku Penyedia Jasa Konstruksi), AE warga Kecamatan Kota Sumenep (PPK), MW warga Kabupaten Bangkalan (Direktur PT WSB selaku Penyedia Jasa) dan EWN warga Kabupaten Tulungagung ( Direktur CV. Cipta Graha selaku Konsultan Pengawas ).

“Diuraikan bahwa kasus tindak pidana korupsi Gedung Dinkes dan Kantor BPMP & KB Kabupaten Sumenep TA. 2014 terjadi, sekira tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Sumenep menganggarkan pembangunan gedung baru, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 4.860.000.000,00 (Empat Milyar Delapan Ratus Enam Puluh Juta Rupiah),” ungkap Kapolres Sumenep.

Namun kata Kapolres, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Ahli Teknik Sipil dari ITS Surabaya ternyata kualitas/mutu beton yang dihasilkan dalam pekerjaan tersebut rata-rata hanya 52,6 kg/cm2, mutu beton minimum 26,56 kg/cm, sedangkan kualitas/mutu beton yang dipersyaratkan dalam kontrak adalah 200 kg/cm2.

“Berdasarkan audit oleh BPKP Perwakilan Jawa Timur ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 201.189.959,00 (Dua ratus satu juta seratus delapan puluh sembilan ribu sembilan ratus lima puluh sembilan rupiah)” jelas AKBP Edo.

Sebelumnya, Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko menyampaikan, bahwa penetapan 3 orang tersangka baru dalam kasus korupsi gedung Dinkes dan Kantor BPMP & KB tersebut akan menjadi hadiah ulang tahun Polri.

“Iya ada penambahan 3 orang menjadi 6 orang sekarang. Nanti akan kita tuntaskan 1 Juli 2023 hadiah HUT Polri ke 77. Jadi, semua kasus korupsi yang ada akan kita tuntaskan nanti satu persatu” ungkapnya, Senin (12/6/2023) usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Sumenep.

Sebagai informasi, akibat dari perbuatan para tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) subs pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUH Pidana dengan ancaman maksimal 20 tahun.

× How can I help you?