Satu-Satunya di Indonesia, Pemkab Pamekasan Luncurkan Kendaraan Dinas Batik

PAMEKASAN, Limadetik.com — Pemerintah Kabupaten Pamekasan melaunching kendaraan dinas yang di branding batik Sekar Jagat khas batik Pamekasan.

Mobil Batik yang dibranding itu melakukan konvoi start dari lapangan Nagara Bhakti Ronggosukowati melewati Jl. Kabupaten, Jl. Jokotole, JL. Raya Sumenep, Jl. Bonorogo, Jl. Stadion, Jl. Jingga, Jl. Purba, Jl. P. Trunojoyo, Jl. Abd. Aziz, Jl. Segara, JL. KH. Amin Jakfar, Jl. Mandilaras, Jl. Kemayoran, Jl. Kesehatan, dan finish di Monumen Arek Lancor.

Sedikitnya, ada 90 kendaraan mobil dinas yang telah didandani batik serta belasan sepeda motor. Mulai dari kendaraan dinas mobil Bupati, Wabup, Sekda, pimpinan seluruh OPD, Kabag dan camat.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, mobil dinas yang di branding batik ini adalah sarana untuk mempromosikan batik Pamekasan  yang tidak kalah saing dengan batik Kabupaten lainnya.

“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk membangun identitas dan kebanggaan baru bahwa Batik Pamekasan satu-satunya batik dengan garapan yang luar biasa rigit, detail dan halus untuk kemudian kita batik semua mobil pemerintah sebagai kebanggaan dan bagian dari ikon Pamekasan,” kata Bupati muda ini kepada wartawan di Monumen Arek Lancor, Senin (7/1/2019).

Menurutnya, dengan mobil dinas di batik, akan dapat digunakan dan difungsikan sebagaimana mestinya.

“Mobil dinas ini satu satunya di Indonesia Mobil pemerintah yang di batik,” lanjutnya.

Dikatakan, mobil dinas yang di batik ini adalah bagaimana melahirkan masyarakat dan pemerintah semakin mencintai batik Pamekasan serta untuk memajukan batik khas Pamekasan.

Tak hanya itu saja, mantan DPRD Provinsi Jawa Timur ini bakal membuat surat edaran baru untuk kemudian seluruh kepala dinas, seluruh unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) disetiap hari Kamis dan Jum’at harus pakai batik Pamekasan.

“Tidak boleh pakai Batik selain dari Pamekasan, sehingga produksi batik di Pamekasan semakin meningkat, kecintaan kita terhadap batik Pamekasan semakin bagus. Ini yang disebut membela UMKM, membela batik,” tuturnya.

Sebab, ada 6.226 orang karyawan yang menggantungkan nasibnya pada usaha batik dari 933 unit usaha jenis batik di Pamekasan.

“Menumbuhkan semangat itulah yang penting bagi kita,” tandasnya. (arf/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here