SUMENEP, limadetik.com – Aksi mahasiswa yang mengatasnamakan Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS), Jawa Timur ricuh, Rabu (27/6/2019).
Baca: Mahasiswa Tuding Bupati Gagal Pimpin Sumenep
Kericuhan berawal ketika mahasiswa yang meminta Bupati atau Wakil Bupati Sumenep menemuinya. Tetapi, setelah ditunggu sekitar satu jam sambil berorasi, belum juga ada yang menemuinya.
Kemudian, para peserta aksi yang awalnya berorasi di pintu masuk Pemkab (sebelah barat) nekat lari dan masuk ke halaman Pemkab melalui pintu timur yang memang tidak ditutup. Setelah itu, aparat keamanan yang terdiri dari Polisi dan Satpol PP mencegah agar tidak sampai masuk ke dalam Pemkab.
Akhirnya terjadi kericuhan. Antara mahasiswa dan aparat keamanan sempat terjadi adu jotos. Bahkan salah satu mahasiswa sempat tergeletak tak berdaya. Termasuk pula Koorlap aksi, Junaidi, mengaku bibirnya luka.
Versi mahasiswa ada salah seorang anggota Satpol PP yang melakukan pemukulan. Mereka tidak terima dan meluruk Kantor Dinas Satpol PP yang berada di sebelah timur Pemkab Sumenep.
“Kedatangan kami ke Kantor Satpol PP ini meminta kejujuran dari anggota yang memukul kami dan meminta pimpinannya tegas dalam kasus pemukulan ini. Yang bersangkutan harus minta maaf” kata Korlap Aksi, Junaidi.
Aksi mereka menyoroti kinerja pemerintahan Bupati Busyro dan Achmad Fauzi. Berdasarkan hasil kajian mahasiswa, terdapat beberapa program pemerintah yang tidak sesuai dengan cita-cita awal. Dia menyebutkan program 5.000 wirausaha yang tidak ada dampak positifnya kepada masyarakat.Termasuk pula, dari segi pembangunan juga tidak serius. Buktinya, tiap kali turun hujan, terjadi banjir di beberapa lokasi.
“Kami minta, Pimpinan Satpol PP tegas menindak terhadap anggotanya yang anarkis itu. Satpol PP beraninya jangan cuma kepada mahasiswa,” tegasnya.
Akibat tidak ditemui oleh Kepala Dinas Satpol PP, akhirnya mereka membubarkan diri. (hoki/rud)