Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com — Berhasil budidaya ikan lele, seorang jebolan Pusat Inkubator Wirausaha STKIP Sumenep (PIWS) sempat kebingungan pemasaran ikan lele hasil budidayanya.

Abdullah Husien, pemilik budidaya ikan lele warga Keles Ambunten, Sumenep, Jawa Timur mulai mencari peluang pasar. Selain menjadi pemilik, Husien juga mencoba menjadi marketing atau pemasaran dengan mencoba mendatangi para penjual kuliner di Kecamatan Ambunten untuk menawarkan sekaligus memperkenalkan cara budidaya ikan lelenya yang terbilang kreatif dengan jaminan hasil budidaya yang bersih dan sehat.

Baca: Terus Berkarya, Jebolan PIWS Sumenep Persembahkan Trobosan Terbaru

“Saya coba mengambil langkah dengan cara mendatangi para pelaku kuliner di wilayah ambunten terlebih dahulu, dan Alhamdulillah dapat respon positif dari para kuliner yang ada bahkan langsung ada yang pesan” jelas Husein.

Bermodalkan ilmu dari Pusat Inkubator Wirausaha STKIP (PIWS) Sumenep pada tahun 2017 yang lalu, Husien sekaligus mencoba menjadi marketing untuk memasarkan hasil budidaya ikan lelenya.

“Karna niat saya usaha dan benar-benar menerapkan ilmu yang pernah saya pelajari di PIWS, disanalah saya belajar juga memasarkan sekaligus jadi marketing untuk hasil budidaya ikan lele saya, saya kan juga manusia biasa tentunya tidak selalu puas dengan hasil yang ada itulah yang memacu saya jalan sendiri memasarkan” katanya Selasa, (4/12/2018).

Menurut husen, dirinya bertekad bisnis ikan lele karna memang menjanjikan dan akan terus mengembangkannya. Selain pangsa pasarnya di Ambunten, pastinya pemasaran sudah mulai merambah ke daerah lain hingga ke luar kota di luar Sumenep, seperti tiga kabupaten lainnya di madura.

“Untuk pemasaran tentunya saya terus membangun jaringan pelanggan, dan usaha saya ini sudah berbadan hukum dengan nama UD. Joko Lelono, pemesan tidak hanya di Sumenep saja. Akan tetapi juga di Pamekasan dan Sampang dan bangkalan, bahkan sudah mulai menjajal daerah diluar madura” imbuhnya.

Husien menyebutkan dalam sebulan mampu mengirimkan berapa ton ikan lele bisa mencapai 1 ton lebih yang berhasil dijual. Namun seiring dengan keburuhan pelanggan dan konsumen dirinya saat ini mulai kewalahan dari tingginya permintaan terutama warung maupun tempat makan di pinggir jalan, rata-rata memesan pada UD. Joko Lelono.

“Dari tingginya minat serta kebutuhan konsumen maupun pelanggan saat ini saya hampir kewalahan untuk memenuhi pernintaan dan pesann mereka,” tuturnya.

Untuk menyiasati tingginya minat dan pemesanan pelanggan UD. Jaka Lelono yang merupakan unit usaha dagang miliknya. Tentunya Husien sudah merengkrut dua karyawan yang diberi upah sebesar Rp 1,2 juta dan jatah makan 2 kali.

“Saya hanya ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada bapak Bupati Sumenep yang telah membuat program Wirausaha Muda, dan terimakasih pula buat PIWS Sunenep yang telah memberikan ilmunya. Saya yang dulunya pengangguran kini menjadi pengusaha ikan lele dan bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri serta bisa membuka peluang bagi mereka yang mau bekerja bersama saya,” tutupnya. (yd/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here