https://limadetik.com/

Stok Vaksin Habis, Pelajar dan Masyarakat Kecewa

Penulis: MadasEditor: Wahyu
  • Bagikan
Stok Vaksin Habis, Pelajar dan Masyarakat Kecewa
FOTO: Gerai Vaksin Presisi Polres Sampang Jalan Wijaya Kusuma Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang

SAMPANG, Limadetik.com – Disaat mindset sebagian masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur sudah mulai berubah ditambah kesadaran masyarakat yang mulai meningkat terkait pentingnya vaksin bagi kesehatan, namun hal itu tidak dibarengi dengan ketersediaan vaksin dibeberapa tempat Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan Gerai vaksinasi baik yang mobile ataupun stasioner yang mulai kehabisan stok sehingga membatasi peserta vaksinasi.

Beberapa pelajar dan masyarakat yang hendak menjalani vaksinasi harus gigit jari, mereka kecewa karena habisnya stok vaksin.

https://limadetik.com/

Seperti diungkap oleh Aliya (15 thn) siswi SMPN 2 Sampang kelas IX asal Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan/Kabupaten Sampang kepada Limadetik.com saat diwawancara. Ia mengatakan, Sedari pagi sudah antusias mendatangi Gerai Vaksinasi Presisi Polres Sampang di Jalan Wijaya Kusuma Sampang guna mengikuti vaksinasi.

“Saya datang ke Gerai di wijaya itu barusan. saya juga berupaya mencari tempat vaksinasi yang lain, ke Puskesmas Kamoning dan Banyuanyar. Tapi gak ada semua vaksinnya. Saya datang ke gerai jam 07.00 WIB tadi pagi Kamis, (19/8/2021). Saya kecewa. Udah capek-cepek datang kesana, tapi vaksinnya habis” ungkapnya mengeluh.

Hal senada juga diungkapkan Syafa Maulida (17 thn) siswi SMAN 3 Sampang kelas XII. Ia mengatakan, akan kembali mendatangi tempat vaksinasi untuk divaksin.

“Vaksinnya habis. Saya tanya tadi ke petugas disana, besok ada gak? petugas bilang, gak tau katanya. Besok saya mau balik lagi ke tempat vaksinasi. Soalnya tadi udah ngisi formulir. Tadi di suruh ke Puskesmas Banyuanyar Sampang. Saya udah luangkan waktu, eh malah vaksinnya habis. Mana bentar lagi menghadapi ujian, saya khawatir gak bisa ikut PTM” tuturnya kecewa.

Hal yang sama juga di alami Hudali (30 thn) asal Desa Rapa Daya Kecamatan Omben Kabupaten Sampang yang saat itu juga mendatangi Gerai Vaksin Presisi Polres Sampang (Kamis, 19/8/2021) pukul 10.53 WIB, Ia juga harus menelan kekecewaan karena ditempat tersebut sudah tidak ada satupun petugas vaksin.

“Ini mumpung saya di Sampang kota mas. Saya mau vaksin. Ini vaksin pertama buat saya. Kira-kira dimana ya mas tempat vaksin selain disini? Kira-kira masih ada gak ya vaksinnya buat saya?” ucapnya sambil bergegas berusaha mendatangi tempat vaksinasi yang lain.

Terpisah, Chosiati (50 thn) tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Sampang mengatakan, pihaknya juga menunggu kabar dari pihak Gerai dan Puskesmas guna mengantar 50 siswanya yang akan divaksin.

“Biasanya kami dihubungi. Tapi setelah saya telpon tadi jam 08.30 WIB. pihak Gerai maupun Puskesmas mengatakan bahwa vaksin menipis. Di Puskesmas juga bilang kosong. Vaksinasi katanya difokuskan ke penerima BLT-DD” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Agus Mulyadi mengaku kehabisan stok vaksin dan meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Mohon maaf, memang habis dari Pusat” jelasnya melalui WhatsApp pada Kamis (19/8/2021).

Ditanya langkah dilakukan guna mengatasi hal tersebut, Agus mengatakan, Pihaknya sudah melayangkan surat permintaan vaksin.

“Sudah kita kirim surat permintaan vaksin ke Provinsi dan Pusat” ujarnya.

Ditegaskannya, untuk vaksinasi sementara dihentikan, sembari menunggu datangnya vaksin dari Provinsi Jawa timur dan Pusat.

Terpisah, Kepala Puskesmas Banyuanyar dr. Indah Nur Susanti mengatakan, pihaknya hanya memiliki 3 vial yang hanya cukup untuk 30 hingga 33 sasaran.

“Barusan, pukul 10.30 WIB ada vaksin yang diberikan Dinkes Sampang tapi terbatas. Jadi beberapa sasaran yang masih berada di Puskesmas, kami lakukan vaksinasi” jelasnya.

Mengantisipasi membludaknya peserta dan habisnya stok vaksin, serta mengobati rasa kecewa peserta vaksin, dr. Indah membuat kebijakan dengan meminta peserta vaksin untuk mengisi data by name by address mereka.

“Beberapa kami minta untuk nulis daftar nama plus nomor telpon, apabila vaksin sudah ada, akan kami hubungi. Barangkali yang tadi daftar tapi belum divaksin, akan kami hubungi agar besok bisa divaksin” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan