https://limadetik.com/

Sudah Efektifkah Penyaluran Dana Bansos di Ibukota?

  • Bagikan
Sudah Efektifkah Penyaluran Dana Bansos di Ibukota

Oleh: Pika Sulistianti

(Universitas Muhammadiyah Malang)

https://limadetik.com/

Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di Indonesia dengan menggelontorkan sejumlah dana bantuan sosial (bansos) selama pandemi corona ini. Salah satu bantuan sosial/bansos corona adalah uang tunai dan sembako.Berbagai bantuan dan subsidi pun digulirkan. Bantuan serta subsidi itu menyasar berbagai kalangan, mulai dari pengangguran, karyawan swasta, pelaku usaha kecil dan mikro (UMKM), aparatur sipil negara (ASN), bahkan murid dan mahasiswa.

Tujuan bansos secara umum agar dapat menjadi penyelamat sosial dan meredam gejolak sosial. Serta berkontribusi signifikan dalam implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebegitu jauh, tujuan bansos belum sepenuhnya terpenuhi secara maksimal dan efektif.

Pemerintah menyiapkan bansos untuk mengatasi dampak Covid-19, yaitu dalam bentuk uang tunai. Sebesar Rp.16,2 triliun untuk 9 juta kepala keluarga Rp.600 ribu/bulan, dana desa Rp 21 triliun untuk 10 juta kepala keluarga Rp.600 ribu/bulan, Khusus untuk penduduk Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi mendapat Rp. 1 triliun untuk 576 ribu kepala keluarga Rp.600 ribu/bulan, untuk warga DKI, mendapat Rp.2,2 triliun untuk 2,6 juta/1,2 juta kepala keluarga Rp.600 ribu/bulan. Bansos dalam bentuk pemberian sembako untuk 20 Juta penerima.

Sebelumnya, program ini untuk 15,2 juta penerima eksisting dengan besaran Rp.150 ribu per bulan sejak Januari-Februari. Saat ini, ada penambahan 4,8 juta penerima tambahan dengan besaran Rp. 200 ribu per bulan mulai Maret-Desember. Dengan penambahan ini, total anggaran yang disiapkan menjadi Rp 43,6 triliun dari sebelumnya Rp.28,08 triliun. Di luar itu, masih ada jenis lain dari bansos yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kemudian pemberian diskon tarif bagi listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA Subsidi.  Kemudian ada stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tujuannya adalah untuk meringankan beban UMKM.

Menurut saya, bantuan uang tunai lebih baik daripada paket sembako karena uang tunai bisa dibelanjakan di toko tetangga atau di pasar tradisional, sehingga perputaran uang di kalangan pengusaha kecil bertambah secara signifikan. Pengadaan sembako yang terpusat lebih membutuhkan ongkos tambahan seperti untuk transportasi, pengemasan, petugas yang terlibat, serta beragam biaya administrasi dan pelaporan.

Akibatnya, penerima tidak memperoleh penuh haknya, tidak sebanyak dana yang dialokasikan. Kebutuhan setiap keluarga memiliki perbedaan. Misalnya saja beras dan gula yang justru tidak cocok dikonsumsi untuk penderita diabetes. Sehingga keluarga yang memiliki bayi atau anak balita dapat membeli susu jika diberikan uang tunai.


Catatan; Seluruh isi artikel ini bukan tanggug jawab penerbit 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan