SUMENEP, limadetik.com – Sumur bor milik warga di Desa Batang-batang Laok, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Jawa Timur yang mengeluarkan semburan api tidak hanya menarik perhatian masyarakat sekitar.

Buktinya, pengeboran sumur yang dimulai Senin (11/2/2/2019) ini mendapat perhatian Pemerintah Sumenep. Pasalnya, sumur bor ini diduga mengandung gas.

Kepala bagian (Kabag) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemkab Sumenep, Abd Kahir mengaku sudah meninjau secara langsung. Hasil pengamatan sementara, semburan gas tersebut kandungannya kecil, sehingga relatif aman.

“Tekanan gasnya kecil, sebagai solusi, maka harus diberi paralon agar penguapan gasnya tidak berbahaya bagi warga sekitar, sehingga nanti terbuang ke udara,” katanya, Jum’at (15/2/2019).

Sementara saat disinggung apakah berbahaya terhadap warga sekitar? Pihaknya mengaku belum bisa memastikan, sebelum dilakukan uji lab.

“Kita belum bisa menentukan itu, karena memang belum diuji lab. Rencananya Selasa atau Rabu mendatang kami akan datang lagi ke lokasi” terangnya.

Berdasarkan catatan ESDM Sumenep, hal serupa pernah terjadi di beberapa Kecamatan lain di ujung timur pulau Madura ini, diantaranya di Kecamatan Manding, Rubaru, dan Pasongsongan, termasuk yang teranyar di Kecamatan Pragaan tahun lalu.

“Kami sarankan warga untuk tidak terlalu dekat, karena hawatir berbahaya,” sarannya.

Sebagaimana diberitakan limadetik.com,  Nawawi (35) warga setempat membuat bor bukannya mengeluarkan air sebagaimana diharapakan, tetapi keluar semburan api.

“Rencananya bor ini untuk kebutuhan keluarga di sini. Tetapi malah mengeluarkan api,” kata Nawawi.

Menurutnya, pengeboran dilakukan sejak Senin (11/2/2019). Keesokan harinya, Selasa (12/2/2019) air seperti mendidih. Saat itu masih kedalaman 35 meter. Tetapi, petugas bor belum mencurigai akan terjadi hal yang tidak diinginkan dan tetap melanjutkan pengeboran.

“Karena hawatir berbahaya, kami memutuskan menghentikan pengeboran,” imbuhnya. (hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here