BANGKALAN, Limadetik.com – Kasus dana Desa memang sangat rawan, kali ini Supriadi  (49) melaporkan dugaan korupsi APBDesa di desa karang gayam, kec Blega kab. Bangkalan. kepada Kapolda Jatim melalui kantor pos. Rabu (20/12/2017).

Warga Dusun Gading Desa Karang Gayam itu menduga APBDesa pada tahun anggaran 2016 lalu dilakukan secara fiktif.

Rinciannya, pada tahun 2016 Pemerintah desa Karang Gayam menganggarkan belanja modal pengadaan jalan desa yang berupa belanja jalan aspal dusun Gadding 435 meter persegi sebesar Rp. 111.176.100.00. belanja jalan paving dusun Gadding 2×80 meter persegi sebesar Rp. 36.288.000.00. Belanja jalan Paving dusun Pangelen 2×150 Meter persegi sebesar Rp. 62.316.000.00. belanja jalan paving dusun Kebun sari 2×80 meter persegi sebesar Rp. 45.360.000.00.

Berdasarkan hasil investigasi yang ia lakukan, dirinya memastikan bahwa kegiatan pembangunan jalan paving di dusun Gadding dan dusun Kebun Sari tidak dikerjakan alias fiktif.

“Sedangkan paving di dusun Kebun Sari baru dikerjakan pada tahun anggaran 2017,” jelas Supriadi.

Pada tahun 2016 juga Pemerintah desa Karang Gayam menganggarkan belanja modal pengadaan jaringan air berupa pengadaan sumur bor di dusun Bendungan Rp. 86.671.900.00.

“Jaringan air berupa pengadaan sumur bor di dusun Bendungan dikerjakan asal-asalan tidak sesuai dengan RAB, Bahkan bisa dikatakan gagal karena tidak ada manfaatnya untuk masyarakat desa Karang Gayam,” ucapnya dengan nada kecewa.

Dirinya selaku warga desa Karang Gayam berharap kepada pihak aparat kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi APBDesa di desanya. “Sebagai penegak hukum saya berharap dapat ditangani dengan serius,” harapnya.

Sementara itu, Penjabat sementara (PJS) Yuliatno mengiyakan atas laporan Supriadi tersebut, namun dirinya juga tidak terlalu memahami perkara tersebut. Alasannya pada saat itu dirinya masih belum menjabat sebagai PJS desa karang gayam.

Saat ini dirinya masih menjabat sebagai sekretaris kecamatan (Sekcam) Blega menambahkan bahwa pada saat itu yang menjadi PJS Desa Karang Gayam adalah Ibu Rosyidah. Ia juga mengarahkan untuk konfirmasi ke camat.

“Coba sampean tanya ke pak camat, masalah nya juga pak camatnya disini baru, yang dulu pindah ke Arosbaya,” katanya.

Ditanya soal Pengadaan jaringan air  sumur bor, dirinya merasa tidak tahu, hanya saja ia mendapatkan informasi kalau mesin bornya sudah ada. “kalau di RAB nya ada atau tidak pengadaan mesin saya juga tidak tahu,” ucapnya setelah dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Namun, Camat Blega, Lanang Bara Muslim saat dihubungi tidak mengetahui secara utuh persoalan tersebut. ia beralasan pada saat itu dirinya masih belum berada dan menjabat sebagai camat Blega. ” saya tidak tahu mas, kan baru menjabat disana,” katanya.(zen/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here