Susahnya Mencetak E-KTP, Aktivis PBB Jatim Datangi Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sampang

×

Susahnya Mencetak E-KTP, Aktivis PBB Jatim Datangi Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sampang

Sebarkan artikel ini
Fotor 151497390186043

SAMPANG, Limadetik.com – Susahnya mencetak E-KTP, Aktivis PBB Jatim Datangi Kantor Dispendukcapil Kabupaten Sampang yang ditemui Oleh Kepala Dispendukcapil beserta kabidnya pada hari rabu,(3/1/2018)

Maraknya kabar bahwa sampai saat ini pencetakan E-KTP masih dalam masalah dan sangat sulit, sehingga Aktivis dari Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Bangsal Bersatu (LSM PBB) Jatim Abu Bakrin datangi Kantor dispendukcapil.

Saat mendatangi Kantor Disdukcapil Ketua LSM PBB Jatim ini ditemui langsung oleh kadis beserta dua kabidnya, ia meminta klarifikasi mengenai sulitnya mencetak E-KTP sehingga Warga hanya Mendapatkan Surat Keterangan (KTP sementara) yang jelas ini menjadi Perbincangan di mata masyarakat karena kurang praktis dan hanya berlaku enam bulan.

Ia juga sudah melakukan audiensi pada tahun 2017 kemaren dengan dispendukcapil surabaya sebagai bahan komparasi ternyata yang menjadi polemik dan permasalahan yaitu server pusat yang tidak menentu

“Saya Hanya minta klarifikasi kenapa mencetak E-KTP ini sangat Sulit, dan hanya mendapatkan Suket yang kenyataannya kurang praktis dan hanya berlaku enam Bulan dan kami juga sudah melakukan koordinasi dengan dispendukcapil surabaya sebagai bahan komparasi ternyata masalahnya terletak pada server pusat yang tidak menentu” Ujarnya.

Sementara Kepala Dispendukcapil Ali Wafa Menyampaikan bahwa dalam hal ini pihaknya akan menindak lanjuti dan sudah mengikuti rakoor dalam konteks mencari solusi dari sulitnya mencetak E-KTP, satu permasalahan yang menjadi kendala dan sampai saat ini belum ada kepastian yakni server pusat yang bermasalah pada akhirnya surat keterangan (KTP sementara) sebagai satu-satunya jalan keluar berlaku selama Enam bulan.

“Untuk masalah ini kami sudah mengikuti rakoor. Sebenarnya masalahnya hanya pada server pusat yang sampai saat ini belum ada kepastian dan kami akan menindaklanjuti” Jelasnya (rin/zam/yd)