oleh

Syafiuddin Tegaskan Tolak RUU HIP

BANGKALAN, Limadetik.com – H.Syafiuddin anggota DPR-MPR RI merespon maraknya perbincangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di tengah masyarakat.

Menurut anggokat Fraksi PKB di DPR RI itu, pihaknya sejalan dengan Nahdhatul Ulama (NU), sebab sebagai anak kandung Nahdatul Ulama, NU selalu seirama dengan PKB.

“Karena PBNU menolak, maka Fraksi PKB juga menolak bukan hanya menunda tapi menolak, sekali lagi Fraksi PKB menolak, bukan menunda,” tegasnya saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan bersama generasi muda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di kantor KONI di Residen Khayangan Bangkalan, Senin (29/6/2020).

Maka dari itu, pihaknya mengajak para generasi milenial untuk meningkat pengetahuan dan penguatan terhadap pemahaman Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinika Tunggal Ika. Mengingat perubahan zaman terus berlangsung.

“Pentingnya penguatan generasi muda jadi kita tidak mudah mencerna dan menelan mentah-mentah setiap wacana yang ada, termasuk RUU HIP ini,” jelasnya.

Selain itu, mengajak generasi melenial kritis dan mensukseskan program progam pemerintah baik pemerintah pusat apalagi program pemerintah daerah, sebagai generasi penerus harus peduli terhadap pengembangan dan pembangunan bangsa, serta meminta berpartisipasi aktif terhadap persoal persoalan kebangsaan.

Ia juga meminta kepeda generasi muda, menjadi kewajiban generasi muda untuk merawat keberagaman, kemajemukan suku bangsa dan budaya, menjadi tanggung jawab bersama dan tugas kita memelihara, merawat karya besar founding fathers (para pendiri Bangsa).

“Karena Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai sumber hukum,” ucapnya.

Ia mengajak kepada generasi melenial, secara terus menerus memperdalam wawasan Empat Pilar lewat kegiatan sosialisasi yang di selenggarakan MPR RI. “Melalui berbagai leterasi untuk penguatan dan pemahaman Pancasila, UUD194, NKRI dan Bhanika Tinggal Ika, karena merupakan gagasan narasi besar yang kita akui ” pinta Ba Syafi sapaan akrabnya.

Karena para pendiri bangsa ini mampu meracik ideologi Pancasila sebagai ideologi khas nusantara, oleh karena itu, generasi melenial secara kontinyu merawat keberagaman suku, dan kemajemukan budaya.

“Karena banyak negara lain yang ingin mencontoh negara Indonesia,” pungkasnya. (Yudi/Yd)

Komentar

Berita Terkini