ilustrasi

PONTIANAK, Limadetik.com – Janji setia sehidup semati, memang sering digunakan sejoli di hadapan kekasihnya masing-masing. Janji ini bukan hanya rayuan gombal belaka, namun ini fakta yang kerap dilakukan orang-orang yang tak mau kehilangan orang yang disayanginya.

Seperti di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Bun Tjoi alias Choi, pemuda 28 tahun yang sesudah membunuh mantan kekasihnya itu juga berniat bunuh diri. Beruntung nyawanya dapat diselamatkan.

“Kepada petugas, dia (pelaku) mengaku ingin gantung diri, cuma tali yang digunakan putus,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, Senin (1/1/2018).

Gagal melakukan aksi bunuh diri, Choi pemuda asli Kabupaten Sanggau itu mencoba melarikan ke kampung halamannya. “Namun di Jalan Raya Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, kita berhasil mengamankannya,” tegas Husni.

Karena mencoba lari dari penguasaan petugas, Choi terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. “Saat ini dia masih diperiksa. Dia dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara 15 tahun,” terang Husni.

Untuk diketahui, Choi membunuh korban yang merupakan siswi kelas 2 SMKN 6 Pontianak ini sesaat akan tidur di rumah abangnya di Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Senin (1/1/2018) sekira pukul 01.30 Wib.

Alasannya, Choi cemburu dengan korban yang belakangan ini diduga dekat dengan pria idaman lain. Sebelum dibunuh, korban sempat berbincang dengan Choi mengenai hubungan mereka. Korban pun diketahui sempat merayakan pergantian tahun di rumah temannya, kemudian janjian bertemu dengan Choi di rumah abangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here