Tidak Diminati Pedagang Ternak, Kades Pakandangan Sangra Sumenep Angkat Bicara

×

Tidak Diminati Pedagang Ternak, Kades Pakandangan Sangra Sumenep Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
negara bagian malaysia ingin perdengarkan alquran pada sapi untuk tingkatkan kualitas daging WkfQWUguOV
Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur perlu melakukan evaluasi terhadap keberadaan Pasar Ternak Terpadu. Pasalnya, pasar yang dibangun di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, kini terkesan sia-sia.

Baca: Pasar Hewan Bluto Sumenep Tak Diminati, Setiap Pasaran Hanya Terdapat 70 Ekor

Buktinya, saat ini tidak ada satupun pedagang hewan ternak yang berminat melakukan transaksi di pasar yang dibangun sejak 2014 itu. Kini pasar hewan yang menghabiskan Rp 2,3 miliar dari APBN dan Rp 200 juta dari APBD kondisinya sangat memprihatinkan.

Kepala Desa Pemandangan Sangra, Sukandar mengatakan beberapa waktu lalu pasar itu sempat ramai, namun saat ini sudah tidak lagi diminati pedagang. Parahnya, Pemerintah Daerah terkesan mengabaikan. Hingga kini tidak ada upaya yang dilakukan untuk memulihkan kondisi pasar hewan itu.

“Pemkab kami kira lemah. Masak membiarkan pedagang di sekitar Pahlawan berjualan. Tidak mau menertibkan, dan mengembalikan ke pasar hewan di desa kami,” katanya, Sabtu (8/9/2018).

Pihaknya meyakini, apabila pemerintah serius, maka melakukan koordinasi dengan petugas Satpol PP untuk melakukan penertiban. “Tinggal kemauan saja, mau menempati atau tidak. Saya tunggu ketegasan pemkab,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengakui jika pedagang tidak berminat menempati pasar tersebut. Dia menegaskan perlu dilakukan sosialisasi kembali agar pedagang kemabali menempati.

“Ya memang perlu untuk dilakukan sosialisasi kembali agar para pedagang ternak kembali berjualan di pasar hewan terpadu,” tukasnya.(hoki/rud)