oleh

Tim Gugus Sampang Sudah Gandeng Akademisi ITS Dalam Akselerasi Penanganan COVID-19 di Sampang

SAMPANG, Limadetik.com – Dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 keterlibatan aktor non pemerintah dapat menjadi subtitusi tambahan dalam situasi krisis menghadapi COVID-19.

Salah satu pendekatan yang digunakan pemerintah melibatkan 4 unsur non pemerintah dalam percepatan penangan COVID-19, yaitu masyarakat, akademisi,  media dan lembaga usaha (swasta). Atau dikenal dengan istilah pendekatan pentahelix.

Menurut Jubir Tim Gugus Sampang Djuwardi menerangkan Pendekatan pentahelix dalam percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Sampang sudah di lakukan.

“Diantaranya kerjasama dengan para kyai/tomas, dengan pebisnis/BU, media, dan perguruan tinggi. namun memang¬† harus kita intensifkan lagi pelaksanaannya.” kata Djuwardi.

Terkait dengan Perguruan Tinggi mana yang di gandeng oleh Pemerintah Kabupaten Sampang untuk melakukan riset, dukungan teknis atau kajian di dalam mengoptimalkan peran akademisi untuk akselerasi penanganan COVID-19 di sampang, menurut Djuwardi civitas akademik dari Institute Teknologi Sepuluh November (ITS).

“Timnya semua dari civitas ITS yang bekerjasama dengan Perguruan Tinggi ITS” ujar Djuwardi.

Sementara itu hasil kajian/dukungan teknis/riset yang di hasilkan, menurut Djuwardi AplikasiTracing pelacakan ODP PDP dan isolasi mandiri warga Sampang.

Djuwardi menerangkan fungsi dari aplikasi tersebut dapat melihat posisi pergerakan warga PDP atau isolasi mandiri.

“Dengan membuka aplikasi internet kita bisa melihat peta wilayah kabupaten dan memantau posisi pergerakan warga PDP/isolasi mandiri,sebagai upaya pengawasan” jelas Djuwardi.

Namun, Djuwardi tidak menerangkan lebih lanjut bagaimana supaya warga dapat mengetahui caranya mengakses lebih detail. (zaman/yd)

Komentar

Berita Terkini