SUMENEP, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menggelar upacara Kemendekaan 17 Agustus 2018. Ucapaya yang dihadiri oleh Forpimda digelar di halaman Pemkab Sumenep.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi yang bertugas sebagai inspektur mengatakan selesai upacara, bahwa perang yang paling sulit adalah yang tidak pernah terlihat oleh mata.

“Perang yang paling sulit yang tidak terlihat oleh kita, yakni perang siber media dan perang radikalisme,” terangnya, Jum’at (17/8/2018).

Radikalisme yang masuk ke pelosok, sambung politisi PDI P, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
“Soal kemiskinan juga menjadi tugas bersama. Pemerintah membangun dan swasta juga membangun. Agar secara ekonomi negara kita ini kuat,” ucapnya saat disinggung kemerdekaan dalam hal ekonomi.

Maka dari itu, menurutnya kemerdekaan harus dipertahankan. Karena perjuangan indonesia masih panjang. Apalagi dalam kemerdekaan paling sulit adalah mempertahankan.

“Dan perayaan ucapara kemerdekaan ini untuk mengenang jasa-jasa pahlawan kita yang telah berjuang. Sekarang kita bisa menikmati perjuangan mereka yang berdarah-darah,” tukasnya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here