https://limadetik.com/

UPT Puskesmas ke 21 Akhirnya Diresmikan Bupati Pamekasan

  • Bagikan
IMG 20200819 WA0015
Bupati Pamekasan RA Baddrut Tamam saat menandatangani Prasasti peresmian UPT Puskesmas Larang Badung Kecamatan Larangan

PAMEKASAN, Limadetik.com – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam akhirnya meresmikan UPT Puskesmas ke 21 bangunan baru tambahan fasilitas kesehatan di desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Senin (13/4/20).

Peresmian tersebut dihadiri sejumlah pejabat, diantaranya Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman, Ketua Komisi I DPRD Imam Hosairi, Plt Kadinkes Achmad Marsuki, Direktur RSUD Smart Farid Anwar, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan.

https://limadetik.com/

Fasilitas kesehatan yang cukup representatif ini merupakan Puskesmas kedua di kecamatan Palengaan dan ke 21 dari seluruh Puskesmas di 13 kecamatan se Pamekasan.

Bupati Baddrut Tamam dalam sambutannya mengatakan, hal utama yang harus dibangun oleh puskesmas baru itu adalah trust (kepercayaan) di tengah masyarakat, apalagi ditengah keberadaan pandemi covid 19.

”Trust ini harus dibangun mulai dari luar pagar, masuk ke dalam, ke lobi, hingga kemudian ke pusat layanan di dalam puskesmas ini. Masyarakat harus diberi bantuan edukasi dan bimbingan kesehatan,” terang bupati Baddrut.

Orang nomor satu di bumi Gerbang Salam itu juga menjelaskan, puskesmas adalah bagian dari pemerintah kabupaten yang bernaung dibawah Dinas Kesehatan serta secara otomatis menjadi mitra masyarakat.

“Masyarakat juga punya peran sebagai tonggak kesehatan di rumah dengan menjaga pola hidup sehat.”

”Kalau puskesmas tidak menjadi mitra masyarakat di dalam pusat layanan kesehatan, maka bisa saja masyarakat itu akan menjadi objek, tidak menjadi subjek dalam menjaga kesehatan dan pelayanan kesehatan,” sambung mantan anggota DPRD Jatim itu.

Bupati muda itu menyadari, masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi utamanya di bidang kesehatan.

“Seiring waktu, fasilitas itu akan segera dipenuhi agar cepat memberikan pelayanan kepada ribuan orang. Tujuh dari 12 desa di Kecamatan Palengaan akan menjadi wilayah kerja Puskesmas Larangan Badung. Di tujuh desa tersebut ada sekitar 49.024 orang dengan jumlah 9.409 kepala keluarga (KK),” lanjut Ra Baddrut Tamam yang akrab disapa RBT itu.

RBT menuturkan, sudah saatnya persepsi soal hulu-hilir kesehatan dirombak. Menurut dia, hulu persoalan kesehatan ini bukan di puskesmas. Melainkan, pola hidup sehat di rumah-rumah masyarakat.

“Puskesmas ini berfungsi mengedukasi dan memberikan bimbingan pola hidup sehat.”

”Masyarakat yang ada di tujuh desa ini harus diedukasi. Sehingga mereka menjaga hidup tetap sehat dan bugar. Sebelum masuk ke hilir. Tetapi bila masuk ke hilir, tentu juga akan dilayani dengan maksimal,” imbuhnya.

Menurutnya, rumah sakit yang sukses adalah rumah sakit yang sepi dari pasien. ‘Bila rumah sakit sepi, berarti masyarakat atau di hulunya sehat. Dengan begitu, upaya yang dilakukan adalah mengedukasi wilayah hulu soal pola hidup sehat,” tandasnya. (Adv/fin/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan