Harga LPG Melon Tembus Rp 35 Ribu, Ketua Kadin Sumenep Angkat Bicara

Khairul Anwar, ST.

SUMENEP, Limadetik.com – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Khairul Anwar angkat bicara, Jum’at (29/12/2017).

(Baca: Gas LPG Melon di Pulau Sapeken Sumenep Tembus Rp 35 Ribu)

Pasalnya, harga LPG ukuran 3 kg atau LPG melon di Pulau/Kecamatan Sapeken selama sepekan terakhir ini tembus Rp 35 ribu per buah.

“Harga LPG di kepualauan tinggi, ini sudah menjadi langganan setiap cuaca buruk. Maka dari itu pemerintah daerah harus peka menangani persoalan seperti ini. Jangan sampai persoalan yang telah jadi langganan ini tidak bisa diselesaikan,” kata Khairul Anwar.

Semestinya, semua stakehorder dikumpulkan untuk menangani masalah kepulauan. Karena mahal dan langkanya LPG di kepulauan bukan masalah yang baru saja terjadi. Melainkan berulang-ulang.

“Pemerintah harus punya langkah kongkrit. Pemerintah harus punya tempat penyimpanan LPG (stokis) yang ada di kepualauan. Agar masyarakat di kepulauan tidak terus-terusan jadi korban tiap kali terjadi cuaca buruk,” tegasnya.

Sumenep terdiri dari 126 pulau dan 27 kecamatan. Dari 126 pulau, sebagian tidak berpenghuni. Pulau terjauh dari wilayah Kota Sumenep adalah Pulau Sakala. Untuk sampai ke pulau yang berbatasan dengan Sulawesi tersebut, harus menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget sekitar 18 jam.

“Tidak hanya di Pulau Sapeken saja yang diperlukan stokis. Di pulau-pulau lain, seperti Masalembu dan Kangean, perlu diadakan stokis,” tukasnya.

Sebelumnya, Rahmad (40) warga Tanjung Kiao’, Kecamatan/ Pulau Sapeken mengaku harga LPG 3 kg mencapai Rp 35 ribu per buah. Dari sebelumnya hanya Rp 32 ribu per buah.

“Ini harus cepat ditangani. Kalau pemerintah telat penanganannya, LPG akan langka dan harga akan naik lagi,” desaknya. (hoki/rud)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here