Kepala Disdukcapil Sumenep, Akh Zaini

SUMENEP, Limadetik.com – Kementerian Dalam Negeri meluncurkan program elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) sejak 2009 Lalu. Tetapi hingga kini masih belum tuntas. Buktinya, di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur masih sekitar 13 ribu dari 866 ribu wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman.

”Persentasenya masih 87 persen dari jumlah wajib e-KTP. Jadi, ada sekitar 13 ribuan yang belum melakukan perekaman,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep, Akh Zaini, Sabtu (21/7/2018).

Menurutnya, warga yang belum melakukan perekaman adalah warga yang berada di daerah pedalaman. Rata-rata mereka tidak mengetahui pentingnya e-KTP.

Sehingga meski orangnya masih ada tidak memperdulikan pembuatan e-KTP. Selain wilayah kepulauan, sebagian warga yang tinggal di daratan masih nggan untuk rekam e-KTP.

“Maka dari itu, kami akan jemput bola kebawah, baik diperekaman maupun dipembuatan akte kelahiran. Petugas kami terus bekerja agar semua warga Sumenep memiliki e-KTP,” terangnya.

Sumenep terdiri 126 pulau dan terdapat 334 Desa/Kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan daratan maupun kepulauan.

Pihaknya menargetkan tahun depan proses perekaman tuntas semua. ”Kami berupaya tahun 2019 perekaman mencapai 100 persen,” tukasnya (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here