Pemkab Sumenep–UWG Malang Jajaki Kolaborasi, SDM dan Potensi Kepulauan Jadi Prioritas
LIMADETIK.COM, SUMENEP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai membuka jalur kolaborasi lebih luas dengan perguruan tinggi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mengembangkan potensi daerah.
Langkah itu ditandai dengan pertemuan Pemkab Sumenep bersama Universitas Widya Gama (UWG) Malang di Aula Adhirasa, Rabu (19/8/2026) siang. Pertemuan tersebut menjadi ruang penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, inovasi hingga pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menerima langsung kunjungan Rektor UWG Malang Dr. Anwar bersama jajaran akademisi. Pertemuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Yang menjadi sorotan bukan sekadar rencana kerja sama kelembagaan, melainkan bagaimana perguruan tinggi dapat ikut menjawab persoalan pembangunan di Sumenep.
KH Imam Hasyim menegaskan, karakter Sumenep sebagai daerah kepulauan membutuhkan penguatan SDM yang mampu membaca sekaligus mengelola potensi daerah secara inovatif.
“Sumenep memiliki 126 pulau dengan potensi yang beragam, sehingga kolaborasi di bidang pendidikan sangat dibutuhkan untuk memperkuat SDM,” kata KH Imam Hasyim.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Sumenep tidak akan cukup jika hanya mengandalkan sumber daya alam. Diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, kreativitas dan kemampuan mengembangkan potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi maupun sosial.
Karena itu, Pemkab Sumenep berharap kerja sama dengan UWG Malang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen atau seremoni kelembagaan.
“Kami berharap UWG tidak hanya hadir membawa kerja sama kelembagaan, tetapi juga program nyata yang menyentuh masyarakat dan membantu mengembangkan potensi Sumenep,” ujarnya.
Kampus Ditantang Hadir dengan Program Nyata
Di sisi lain, Rektor UWG Malang Dr. Anwar menyambut positif peluang kolaborasi dengan Pemkab Sumenep.
Ia menilai Sumenep memiliki potensi besar yang membutuhkan dukungan pengetahuan, riset dan inovasi agar dapat dikembangkan secara lebih optimal.
“Sumenep memiliki potensi besar. Kami melihat komunikasi antarpemangku kepentingan terjalin baik, dan ini menjadi modal penting untuk menghadirkan kerja sama yang lebih konkret,” ujar Anwar.
Menurutnya, UWG Malang memiliki sejumlah ruang kontribusi yang dapat disinergikan dengan kebutuhan daerah, mulai dari pendidikan dan studi lanjut, penelitian bersama, pelatihan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempertemukan kompetensi akademik dengan kebutuhan riil masyarakat Sumenep.
“Kami ingin ilmu dari kampus benar-benar bertemu dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan Pemkab Sumenep kami dorong agar berkelanjutan dan memberikan dampak nyata,” tuturnya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyusun bentuk kerja sama yang lebih konkret antara UWG Malang dan Pemkab Sumenep.
Tantangannya kini adalah memastikan penjajakan tersebut tidak berhenti sebagai agenda diplomasi antarlembaga. Sebab, bagi daerah kepulauan seperti Sumenep, kolaborasi perguruan tinggi akan jauh lebih berarti apabila mampu melahirkan riset yang aplikatif, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi lokal serta inovasi yang menjawab persoalan di lapangan.
Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat pengetahuan, sementara pemerintah tidak sekadar menjadi pelaksana program. Keduanya dapat dipertemukan dalam satu agenda: menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan untuk mengolah potensi Sumenep dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi











