Pengisian Pertalite Pakai Jeriken di Dalam Avanza Soroti Pelayanan SPBU Kolor Sumenep
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken yang ditempatkan di dalam mobil Toyota Avanza putih menjadi sorotan di SPBU 54.694.01, Jalan Trunojoyo Nomor 125, Kolor, Kabupaten Sumenep, Selasa (8/9/2026).
Peristiwa tersebut terlihat saat sebuah mobil Avanza warna putih dengan nomor polisi M 1582 TV melakukan pengisian BBM jenis Pertalite. Jeriken disebut ditempatkan di dalam kendaraan dan ikut diisi melalui layanan petugas SPBU.
Aktivitas tersebut menuai perhatian warga yang sedang mengantre untuk mengisi BBM. Pasalnya, penggunaan jeriken untuk menampung BBM di dalam kendaraan dinilai tidak lazim dan berpotensi menimbulkan persoalan dari sisi keselamatan maupun ketertiban pelayanan di SPBU.
Salah seorang warga, Idrus, yang saat itu ikut mengantre di SPBU tersebut, mengaku kecewa melihat adanya pelayanan pengisian BBM menggunakan jeriken di dalam mobil.
“Saya merasa muak melihat kejadian seperti ini. Kami yang antre untuk mengisi kendaraan harus menunggu, sementara ada yang mengisi BBM menggunakan jeriken di dalam mobil,” ujar Idrus.
Menurutnya, petugas SPBU semestinya memberikan pelayanan sesuai ketentuan dan memperhatikan aspek keselamatan dalam proses pengisian BBM. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kalau memang ada aturan yang melarang atau membatasi pengisian menggunakan jeriken, seharusnya diterapkan secara tegas dan berlaku untuk semua,” katanya.
Kejadian tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prosedur pelayanan di SPBU 54.694.01, khususnya terkait pengisian Pertalite menggunakan wadah jeriken yang ditempatkan di dalam kendaraan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU 54.694.01 terkait aktivitas pengisian BBM tersebut maupun alasan petugas tetap melayani pengisian menggunakan jeriken di dalam mobil.
Pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi agar persoalan tersebut menjadi terang dan tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Penulis : Andi
Editor : Why








