110 KDKMP di Bondowoso Rampung 100 Persen, 94 Titik Lolos Verval Mabes TNI dan Siap Dioperasikan
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Sebanyak 110 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bondowoso telah selesai dibangun 100 persen dan 94 titik di antaranya telah lolos verifikasi dan validasi (verval) Tim Pusat Mabes TNI, sehingga tinggal menunggu instruksi dari pusat untuk segera dioperasionalkan.
Hal itu disampaikan Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito dalam kegiatan _coffee morning_ Tim Pusat KDKMP Mabes TNI bersama Forkopimda Kabupaten Bondowoso, Senin (19/10/2026).
“Dari target 219 desa yang akan dibangun KDKMP di Bondowoso, yang sudah dilaksanakan pembangunan sebanyak 113 desa. Dari jumlah itu, 110 desa sudah selesai 100 persen. Dan yang sudah diverval sebanyak 94 titik, sudah siap untuk operasionalisasi, tinggal menunggu instruksi dari pusat,” ujar Letkol Inf Prawito saat ditanya Limadetik.com, Senin (19/10/2026).
Prawito menjelaskan, pusat menurunkan tiga tim verval yang masing-masing beranggotakan empat orang. Tim 180 dipimpin Marsma TNI Asep Rahman melakukan verval di 40 titik, Tim 181 dipimpin Marsma TNI Setiawan di 41 titik, dan Tim 182 dipimpin Brigjen TNI Yanto Nengolan di 13 titik di Bondowoso, sekaligus mendapat tugas tambahan verval di Kabupaten Situbondo.
Dalam verval, tim mengecek kesiapan dan kualitas bangunan, akses jalan, akses air, listrik, serta kelengkapan peralatan dan perlengkapan KDKMP yang disuplai PT Agrinas Pangan Nusantara.
Perlengkapan yang telah disuplai meliputi mobil dan mobil truk, mobil pick-up dan motor roda tiga, AC, CCTV, mesin kasir, rak-rak dan palet gudang, hingga pakaian untuk pegawai.
Untuk manajemen, titik-titik yang sudah 100 persen jadi di Bondowoso telah memiliki manajer koperasi yang ditunjuk oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Sesuai Perpres Nomor 82 Tahun 2026, operasionalisasi KDKMP selama dua tahun pertama akan diawasi dan dikelola oleh Agrinas agar berjalan dengan baik. Setelah berjalan sesuai harapan pemerintah selama dua tahun, KDKMP akan diserahterimakan sepenuhnya kepada desa untuk dikelola oleh desa.
Prawito menegaskan, KDKMP tidak berdiri sendiri secara terisolasi, melainkan terhubung dalam sirkulasi secara terpusat di seluruh Indonesia.
Fungsi utamanya adalah memutus rantai pasok barang-barang bersubsidi seperti gas 3 kg, Minyakita, pupuk, dan distribusi bahan pangan (Bapang), menjadi tempat masyarakat desa pemilik usaha kecil untuk meminjam modal melalui kerja sama KDKMP dengan bank-bank Himbara sehingga tidak perlu lagi ke rentenir, serta menjadi _off-taker_ hasil produksi desa.
Salah satu contohnya, sentra pembuatan tapi di Desa Pinakal dapat memperluas distribusi penjualan ke luar daerah melalui keterhubungan antar-koperasi di seluruh Indonesia.
Sementara terkait rencana penyediaan apotek di KDKMP, pengurus masih berkoordinasi dan menunggu instruksi resmi dari Dinas Kesehatan.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu








