Entry Meeting BPK RI di RSUD Koesnadi, Fokus Perbaikan Layanan Rumah Sakit
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – RSUD dr Koesnadi Bondowoso menjalani audit kinerja oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, usai entry meeting di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (22/10/2026) sore.
Seperti yang dijelaskan dr. Yus, audit yang dilakukan BPK RI adalah audit kinerja, bukan audit keuangan. Sehingga hasil akhir dari audit tersebut akan berupa kesimpulan dan saran untuk perbaikan kinerja layanan rumah sakit.
“Ya pokoknya audit kinerja, jadi nanti hasilnya adalah kesimpulan dan saran,” ujarnya saat ditanya Limadetik.com.
Menurutnya, substansi yang dibahas dalam entry meeting tersebut adalah upaya perbaikan kinerja dari layanan rumah sakit. Tidak ada temuan khusus yang disampaikan pada tahap awal ini, karena audit masih melanjutkan tahapan pendahuluan.
“Nah, intinya perbaikan kinerja dari layanan rumah sakit,” katanya.
Terkait arahan Bupati Bondowoso, dr Yus menyebut Bupati berpesan agar seluruh data disampaikan secara transparan kepada tim BPK RI untuk kepentingan audit kinerja.
“Intinya Pak Bupati berpesan untuk transparan, jadi semua data kita sampaikan ke BPK nanti dilakukan audit oleh kinerja,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan apakah selama ini RSUD dianggap tidak transparan,dr Yus menegaskan bahwa RSUD dr Koesnadi selama ini sudah transparan, namun perlu lebih ditingkatkan lagi, terutama terkait kerjasama antara RSUD dan Pemkab.
“Sudah transparan, lebih ditingkatkan lagi transparansinya. Intinya ada kerjasama antara RSUD dan Pemkab harus lebih Transparan,” tegasnya.
Ia berharap dengan adanya audit kinerja dari BPK RI, pelayanan RSUD Koesnadi ke depan menjadi lebih baik.
“Harapannya Lebih baik dengan adanya audit kinerja dari BPK,” katanya.
Ditambahkan dr Yus, pada entry meeting tersebut BPK RI tidak memberikan catatan khusus. Audit ini merupakan lanjutan dari audit pendahuluan, dan berbeda dengan audit keuangan yang menghasilkan opini.
“Tidak ada, ini kan hanya melanjutkan audit yang pendahuluan. Intinya nanti ada kesimpulan dan ada saran. Kalau audit keuangan itu ada opini. Kalau ini kan audit kinerja, jadi kesimpulan dan saran saja,” pungkasnya.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu








