SMSI dan RRI Perkuat Kolaborasi Lawan Hoaks, Tingkatkan Kompetensi Wartawan

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MoU SMSI dan LPP RRI

MoU SMSI dan LPP RRI

SMSI dan RRI Perkuat Kolaborasi Lawan Hoaks, Tingkatkan Kompetensi Wartawan

LIMADETIK.COM, JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperkuat kolaborasi untuk melawan penyebaran hoaks sekaligus meningkatkan kompetensi insan pers di tengah derasnya arus informasi digital.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara SMSI dan RRI di Ruang Rapat Direktur Utama RRI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari gagasan bersama dirinya dan Direktur Utama RRI untuk menghadapi persoalan hoaks yang semakin kompleks.

“Kolaborasi ini merupakan manifestasi dari gagasan Dirut RRI dan Ketum SMSI untuk melawan hoaks,” kata Firdaus.

Menurutnya, kerja sama itu akan diwujudkan melalui sejumlah program konkret, antara lain Training of Trainers (ToT), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Firdaus menyebut SMSI saat ini menaungi 3.181 media siber, termasuk media rintisan (startup), yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut dinilai menjadi kekuatan strategis untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus mendukung penyebaran informasi pembangunan yang akurat.

“Media startup atau media rintisan yang tergabung dalam SMSI sebanyak 3.181 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung program penyebaran informasi pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap upaya pengintegrasian RRI dan TVRI sebagai platform media publik yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas, sekaligus memperkuat penyebaran informasi pembangunan.

Baca Juga  Pokja Jaga Desa Dikukuhkan, SMSI Jatim Siap Jalankan Amanah

“SMSI juga mendukung pengintegrasian RRI dan TVRI menjadi platform global sebagai kekuatan pemerintah,” kata Firdaus.

Firdaus menegaskan, penanganan hoaks tidak cukup dilakukan dengan membantah informasi palsu setelah telanjur menyebar. Diperlukan ekosistem media yang ditopang wartawan kompeten, profesional, dan memiliki kemampuan memverifikasi informasi sebelum dipublikasikan.

Karena itu, peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu prioritas dalam kerja sama SMSI dan RRI. Kolaborasi tersebut diharapkan turut mendorong terciptanya ekosistem pers yang berkualitas, profesional, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengatakan, kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjawab tantangan ekosistem informasi digital yang semakin kompleks.

“Hari ini kita kedatangan tokoh pers dan kita hadir dalam proyek yang lebih besar, yaitu bersama-sama menanggulangi hoaks,” kata Hendrasmo.

Ia menjelaskan, tantangan informasi tidak hanya menjadi persoalan media besar. Media kecil dan media rintisan juga memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem informasi publik.

Oleh karena itu, RRI dan SMSI akan mendorong peningkatan kompetensi serta memperkuat kolaborasi antarmedia agar mampu menghasilkan konten berkualitas. Upaya tersebut diharapkan membantu masyarakat menghadapi banjir informasi di ruang digital.

Algoritma Digital Jadi Tantangan Serius

Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti perubahan mendasar dalam pola masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi.

Baca Juga  SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Tegaskan Komitmen Menjaga Demokrasi dan NKRI

Ia menjelaskan, pada masa lalu, produksi informasi melalui media massa melewati proses yang relatif panjang dan tahapan seleksi. Media juga memiliki identitas serta pihak yang bertanggung jawab atas informasi yang diterbitkan.

Namun, perkembangan teknologi digital telah mengubah situasi secara drastis. Media sosial kini menjadi ruang publik yang memungkinkan siapa pun memproduksi dan menyebarkan informasi dengan cepat.

“Dulu informasi dikuasai oleh media massa, terakreditasi, terseleksi dan terverifikasi. Sekarang media sosial memenuhi ruang publik,” ujarnya.

Menurut Komaruddin, derasnya arus informasi tidak serta-merta meningkatkan kualitas pengetahuan masyarakat. Informasi yang benar kini bercampur dengan kabar yang belum terverifikasi, konten sensasional, hingga penipuan.

Salah satu tantangan terbesarnya adalah algoritma platform digital yang secara perlahan membentuk pola konsumsi informasi masyarakat. Konten yang sering dilihat, disukai, atau dicari pengguna akan memengaruhi rekomendasi informasi berikutnya.

“Algoritma itu sebelumnya menjajah tanpa paksaan, mengendalikan tanpa paksaan,” kata Komaruddin.

Ia juga menyoroti data sebagai salah satu kekuatan utama dalam ekosistem digital. Aktivitas pengguna melalui telepon pintar meninggalkan jejak data yang dapat dimanfaatkan untuk membentuk profil dan menentukan rekomendasi konten.

Akibatnya, masyarakat berpotensi terjebak dalam ruang informasi yang semakin personal. Mereka terus menerima konten yang sesuai dengan minat dan pandangannya, sementara informasi dengan perspektif berbeda semakin jarang muncul.

Baca Juga  PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah

Kondisi tersebut, lanjut Komaruddin, menjadi tantangan serius bagi masyarakat, keluarga, dunia pendidikan, media, dan pemerintah. Kemampuan memeriksa, menguji, serta mempertanyakan kebenaran informasi harus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengeksploitasi emosi.

“Yang serius sekali adalah kita tidak dilatih untuk mengecek informasi,” katanya.

Komaruddin turut mengingatkan besarnya pengaruh media sosial dalam menggerakkan emosi publik, membentuk opini, hingga memobilisasi massa dalam waktu singkat.

Karena itu, kolaborasi antara lembaga penyiaran publik seperti RRI dan organisasi perusahaan media seperti SMSI dinilai penting untuk membangun ekosistem informasi yang lebih sehat.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi berlanjut melalui program nyata untuk meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat verifikasi informasi, dan memperluas penyebaran informasi pembangunan yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Enderiman Butar Butar, Direktur PP LPP RRI Mistam, Dewan Penasihat SMSI Pusat Prof. Dr. Taufiqurochman, Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Theodorus Dar Edi Yoga, serta Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Usaha Media Siber dan Pengembangan Teknologi Digital Ilona Juwita.

Hadir pula Kepala Stasiun RRI Jakarta Ir. M. Bugi Hidayat, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi RRI Ade Irosadi, dan Kepala Pusat Pemberitaan RRI Yuliana Marta Doky.

Facebook Comments Box

Penulis : Joko

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih Penghargaan Tingkat Asia, Bani Insan Peduli Buka Peluang Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Negara
Catatan Prof.Dr.Wahyu Wibowo Tentang ‘Menjadi Manusia’ Dalam Bedah Buku RBMM
EXPA Luncurkan Buku Perdana “Ruang Belajar Menjadi Manusia”, Antologi Kisah Perjalanan Pecinta Alam
Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha
Forum Komunitas Seni Gugat Pengukuhan 25 Anggota DKJ
Pokja Jaga Desa Dikukuhkan, SMSI Jatim Siap Jalankan Amanah
Kemendikdasmen Dorong SMSI Jatim Aktif Sosialisasikan Program Pendidikan ke Daerah
Dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, 81 Penyair Indonesia Bicara Tentang Indonesia ‘Merdeka Katamu’
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:52 WIB

SMSI dan RRI Perkuat Kolaborasi Lawan Hoaks, Tingkatkan Kompetensi Wartawan

Sabtu, 26 September 2026 - 18:36 WIB

Raih Penghargaan Tingkat Asia, Bani Insan Peduli Buka Peluang Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Negara

Senin, 14 September 2026 - 11:35 WIB

Catatan Prof.Dr.Wahyu Wibowo Tentang ‘Menjadi Manusia’ Dalam Bedah Buku RBMM

Senin, 14 September 2026 - 11:26 WIB

EXPA Luncurkan Buku Perdana “Ruang Belajar Menjadi Manusia”, Antologi Kisah Perjalanan Pecinta Alam

Minggu, 13 September 2026 - 08:07 WIB

Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha

Berita Terbaru