SUMENEP, Limadetik.com – Sejak Juni 2018, beberapa desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dilanda kekeringan.

Baca: Sejak Juni Sumenep Alami Kekeringan, BPBD: Prediksi Puncak Kemarau Hingga September

“Sejak Juni hingga akhir Agustus ini ada 27 desa yang tersebar di 10 kecamatan yang dilanda kekeringan,” kata Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riadi, Kamis (30/8/2018).

Dari 27 desa tersebut, 10 desa kering kritis dan 17 desa kering langka. Salah satunya desa yang terdampak kering kritis adalah desa Batang-batang Daya dan dan Desa Jangkong, Kecamatan Batang-batang. Sedangkan kering langka diantaranya desa Langsar, Kecamatan Saronggi.

“Untuk memenuhi kebutuhan air, kami setiap hari mengirim beberapa tangki ke sejumlah desa yang dilanda kekeringan,” ucapnya.

Menurutnya pengiriman air bersih tahap pertama hingga akhir Agustus. Tetapi apabila masyarakat masih membutuhkan, pihaknya berjanji akan terus mengirim air bersih hingga turun hujan.

“Anggaran droping air bersih tahap pertama Rp 80 juta. Anggaran ini berasal dari APBD 2018,” tukasnya.

Selain itu, pihaknya berharap agar pemerintan desa menyediakan tandon air. Supaya ketika mobil tangki datang langsung disimpan di tandon yang telah ada.

“Karena selama ini ketika tangki air datang, dimasukin ke jeregen warga satu per satu. Dalam satu tangki membutuhkan waktu 2,5 jam. Tapi apabila ada tandon, 15 menit sudah selesai dan bisa mengirim ke desa yang lain,” tukasnya. (hoki/rud)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here