Mahasiswa KKN Internasional STITA Aqidah Usymuni Kenalkan Budaya Madura kepada Siswa Malaysia

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moh. Syaiful Anwar, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni saat mengajar di Malaysia

Moh. Syaiful Anwar, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni saat mengajar di Malaysia

Mahasiswa KKN Internasional STITA Aqidah Usymuni Kenalkan Budaya Madura kepada Siswa Malaysia

LIMADETIK.COM, MALAYSIA – Budaya Madura menembus ruang pendidikan internasional. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep memperkenalkan kekayaan budaya lokal Madura kepada para siswa di Malaysia sebagai upaya mempererat hubungan persaudaraan sekaligus membangun pemahaman lintas budaya antara dua negara serumpun.

Kegiatan pertukaran budaya tersebut berlangsung penuh semangat dan mendapat antusiasme dari para siswa. Beragam unsur budaya khas Madura diperkenalkan, mulai dari pakaian tradisional, bahasa daerah, batik, kesenian, permainan tradisional, hingga nilai-nilai sosial yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura.

Salah satu peserta KKN Internasional, Moh. Syaiful Anwar, yang akrab disapa Ipunk, tampil memaparkan kekayaan budaya Madura serta filosofi yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, budaya Madura tidak hanya dikenal melalui tradisi dan keseniannya, tetapi juga memiliki nilai luhur yang terus dijaga oleh masyarakat, seperti religiusitas, gotong royong, kerja keras, serta penghormatan kepada orang tua dan tokoh masyarakat.

BACA JUGA  KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Madura bukan hanya dari sisi tradisinya, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang menjadi karakter masyarakat Madura,” ujar Ipunk, sapaan akrabnya, Rabu (5/8/2026).

Salah satu materi yang menarik perhatian siswa Malaysia adalah pengenalan identitas berpakaian masyarakat Madura. Penggunaan sarung dan kopiah diperkenalkan sebagai bagian yang lekat dengan kehidupan masyarakat, terutama dalam aktivitas keagamaan dan sosial.

Selain itu, mahasiswa KKN juga memperkenalkan batik Madura yang memiliki karakter kuat melalui perpaduan warna-warna cerah dan motif khas. Batik Madura tidak hanya dipandang sebagai produk seni, tetapi juga sebagai warisan budaya yang menyimpan nilai sejarah, kreativitas, dan identitas masyarakat lokal.

Dalam sesi presentasi, Ipunk turut menjelaskan sejumlah tradisi yang masih dilestarikan di Pulau Madura, seperti Karapan Sapi, Sapi Sonok, serta berbagai upacara adat yang mencerminkan kekayaan budaya dan jati diri masyarakat Madura.

BACA JUGA  KPM Internasional di Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Serap Inovasi Pembelajaran dan Perkuat Pertukaran Budaya

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari para siswa Malaysia. Mereka terlihat aktif mengajukan pertanyaan mengenai sejarah, filosofi, serta perkembangan budaya Madura di tengah perubahan zaman dan kemajuan teknologi.

Tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan budaya Indonesia, kegiatan tersebut juga membuka ruang pertukaran budaya dua arah. Para siswa Malaysia turut memperkenalkan budaya lokal mereka, sehingga tercipta suasana diskusi yang hangat, terbuka, dan saling menghargai.

Kesamaan akar budaya serumpun antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang lebih erat. Melalui jalur kebudayaan, generasi muda dari kedua negara dapat saling mengenal, memahami perbedaan, serta memperkuat rasa persaudaraan.

Ipunk menilai, pengenalan budaya Madura di Malaysia juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia di tingkat internasional.

“Budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga dan diperkenalkan. Kami berharap kegiatan ini dapat membuat masyarakat Malaysia semakin mengenal kekayaan budaya Nusantara, khususnya budaya Madura,” katanya.

BACA JUGA  KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

Program tersebut mendapat apresiasi dari pengelola lembaga pendidikan di Malaysia serta masyarakat setempat. Mereka berharap kegiatan pertukaran budaya serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat hubungan persaudaraan, memperluas kerja sama pendidikan dan kebudayaan, serta meningkatkan pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Malaysia.

Keberadaan komunitas diaspora Madura di Malaysia juga dinilai memiliki peran penting sebagai jembatan dalam memperkenalkan budaya Madura kepada masyarakat internasional.

Melalui program KKN Internasional ini, mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi bahasa universal yang mampu membangun komunikasi, mempererat persahabatan antarbangsa, dan memperkenalkan identitas daerah hingga ke kancah global.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi duta budaya yang membawa kekayaan lokal Madura melintasi batas negara.

Facebook Comments Box

Penulis : Nul

Editor : Wahyu

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPM Internasional di Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Serap Inovasi Pembelajaran dan Perkuat Pertukaran Budaya
KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Mahasiswa KKN Internasional STITA Aqidah Usymuni Kenalkan Budaya Madura kepada Siswa Malaysia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:01 WIB

KPM Internasional di Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Serap Inovasi Pembelajaran dan Perkuat Pertukaran Budaya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:11 WIB

KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad

Bondowoso

Sinung Sudrajad Desak Pemkab Tutup Pendakian Gunung Piramid

Rabu, 5 Agu 2026 - 16:59 WIB

Moh. Hamdan Rois

Opini

Media Sosial: Panggung Popularitas atau Kuburan Etika?

Rabu, 5 Agu 2026 - 15:20 WIB