Supervisi Fasilitatif Dorong Kader Posyandu Lembung Timur Perkuat PHBS dan Mutu Pelayanan
LIMADERIK.COM, SUMENEP — Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dengan pengawasan. Penguatan kapasitas kader di tingkat Posyandu justru menjadi kunci agar pelayanan berjalan sesuai standar sekaligus mampu menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digelar Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Lembung Timur, Desa Moncek, Kecamatan Lenteng tersebut menyasar kader Posyandu dari lima Pos, aparat desa, bidan desa, serta perawat desa. Supervisi fasilitatif ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pemeriksaan atau mencari kekurangan kader.
Sebaliknya, pendekatan yang digunakan menempatkan kader sebagai mitra yang perlu diperkuat melalui bimbingan, komunikasi dua arah, pemecahan masalah, serta dukungan teknis secara berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai penting karena kader Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kualitas pencatatan, pelaporan, pemahaman terhadap standar pelayanan hingga kemampuan kader memberikan edukasi akan berpengaruh terhadap keberhasilan program kesehatan di tingkat masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi strategis. Edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) disampaikan oleh Nurul Kamaria, sementara materi Cek Kesehatan Gratis (CKG) diberikan oleh Yuli Mahendra.
Selain edukasi kesehatan, peserta juga mendapatkan bimbingan teknis kader yang disampaikan Ahmad Nawakil. Bimbingan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan kader dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di lapangan.

Kepala Puskesmas Lenteng, dr. Yatimul Kais Diyanto, M.Kes., turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan, melalui supervisi fasilitatif, berbagai persoalan teknis diharapkan dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara bersama.
“Sistem pencatatan dan pelaporan juga menjadi bagian penting yang dievaluasi agar informasi pelayanan kesehatan dapat terdokumentasi secara lebih tertib dan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut” katanya.
Kapus Lenteng itu menilai, pendekatan ini sekaligus mengubah pola supervisi yang selama ini identik dengan pengawasan menjadi proses pembinaan yang lebih konstruktif.
“Dengan komunikasi dua arah, kader tidak hanya menerima instruksi, tetapi juga diberi ruang untuk menyampaikan kendala yang ditemui saat memberikan pelayanan kepada masyarakat” ujarnya.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan Posyandu, memperkuat koordinasi antara kader dengan tenaga kesehatan dan pemerintah desa, sekaligus mengoptimalkan fungsi Posyandu sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif.
Lebih jauh, pembudayaan hidup bersih dan sehat tidak hanya berhenti pada penyampaian materi. Edukasi tentang DBD, pemeriksaan kesehatan melalui CKG, serta penguatan kapasitas kader diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat sehingga upaya pencegahan dilakukan sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
Tim Promkes Dinkes P2KB Sumenep menempatkan kegiatan supervisi fasilitatif sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan kader memiliki pengetahuan, keterampilan, dan dukungan yang memadai dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
“Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan rutin, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup bersih dan sehat serta deteksi dini berbagai risiko kesehatan” pungkas dr. Yatimul Kais Diyanto.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi











