Distribusi BBM ke Bondowoso Tersendat, DPRD: Stok Aman Jangan Panik
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Bondowoso dalam beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan distribusi, bukan kelangkaan BBM. Pertamina memastikan kuota pasokan untuk Bondowoso tetap normal.
Ketua Komisi II DPRD Bondowoso H. Tohari meminta warga tidak panik dan tidak menimbun BBM. Ia menegaskan tidak ada pengurangan stok dari Pertamina.
“BBM ini tidak langka. Yang terjadi hanya keterlambatan distribusi. Karena itu kami mohon masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan,” ujar Tohari saat sidak Komisi II DPRD Bondowoso ke SPBU Tamansari, Senin (7/9/2026).
Keterlambatan terjadi karena jalur distribusi utama dari Terminal BBM Banyuwangi ke Bondowoso terkendala. Sementara waktu, pengiriman dialihkan lewat Surabaya dan Malang. Rute yang lebih panjang membuat waktu tempuh kiriman BBM molor.
Manajer SPBU Tamansari, Jagir, membenarkan hal tersebut. Menurutnya kendala murni di transportasi.
“Dari Pertamina tidak ada pengurangan pasokan. Kendalanya hanya di transportasi. Karena ada hambatan di jalur Banyuwangi, pengiriman dialihkan dari Surabaya dan Malang sehingga waktu sampainya lebih lama,” katanya saat diwawancarai Limadetik.com.
Dampaknya langsung terasa di lapangan. SPBU Tamansari baru menerima kiriman 8 kiloliter Pertalite dan 8 kiloliter solar pagi tadi. Itu merupakan jatah yang seharusnya datang sehari sebelumnya. Begitu stok datang, warga langsung menyerbu. Akibatnya Pertalite habis hanya dalam 3-4 jam.
Jagir menyebut lonjakan pembelian terjadi karena kekhawatiran warga terhadap isu kelangkaan. Banyak pengendara mengisi penuh meski BBM di tangki masih cukup.
“Kiriman yang datang pagi tadi sebenarnya jatah yang seharusnya tiba sehari sebelumnya. Karena terlambat, sempat terjadi kekosongan. Setelah datang, masyarakat langsung membeli dan dalam sekitar tiga sampai empat jam Pertalite sudah habis,” jelasnya.
Tohari menilai kepanikan inilah yang membuat konsumsi BBM naik tajam dalam 1-2 hari terakhir.
“Yang biasanya belum perlu mengisi BBM akhirnya ikut mengisi karena khawatir kehabisan. Ini yang menyebabkan permintaan meningkat tajam,” ujarnya.
Untuk mengurai masalah, Komisi II DPRD Bondowoso akan segera menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina, Hiswana Migas, Polres Bondowoso, dan tim pengawas barang subsidi. Salah satu yang dibahas adalah penambahan armada angkut selama distribusi masih lewat Surabaya-Malang.
“Masalahnya sudah diketahui, sekarang yang harus dicari adalah solusinya. Jika jarak pengiriman lebih jauh, maka armadanya harus disesuaikan agar distribusi bisa lebih cepat dan tidak terjadi kekosongan stok,” kata Tohari.
Ia menutup dengan menegaskan kembali bahwa kuota BBM Bondowoso tidak dikurangi. Warga diminta membeli sesuai kebutuhan sambil menunggu distribusi kembali normal.
“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar distribusi kembali normal. Jadi masyarakat tidak perlu panik karena pasokan BBM tetap ada dan akan terus disuplai,” pungkasnya.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu








