Inovasi “MAT PECI” Inseminator Bondowoso Wakili Jatim di Lomba Tingkat II
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Indra Wijaya, inseminator asal Desa Sumberwringin Kecamatan Sumberwringin, mewakili Bondowoso dalam lomba Inseminator Tingkat II Jawa Timur yang digelar Jumat (28/8/2026).
Indra terpilih sebagai 1 dari 15 peserta se-Jatim setelah meraih nilai tertinggi dalam pemeringkatan inseminator se-Bondowoso.
Selain unjuk keterampilan inseminasi buatan, Indra juga mempresentasikan inovasi “Manajemen Ternak Pedet Dijual Jadi Induk” atau MAT PECI di hadapan tim juri Dinas Peternakan Jatim.
Konsep MAT PECI adalah memutar hasil penjualan pedet untuk membeli indukan baru. Dengan pola ini, populasi sapi bisa meningkat hingga 350 persen dalam 6 tahun. Dalam simulasi 5 tahun, 1 indukan bisa berkembang jadi 32 ekor dengan nilai aset sekitar Rp418 juta, jauh di atas pola konvensional.
Inovasi ini terinspirasi dari kisah Feri Afandi, peternak Desa Sumbergading. Dulu buruh tani, kini Feri memiliki 16 ekor sapi dan menjadi pemberi gaduhan setelah menerapkan MAT PECI sejak 2016.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso Hendri Widotono jmengatakan, MAT PECI merupakan upaya pembinaan untuk mempercepat pemulihan populasi sapi pasca PMK. Kini populasi Bondowoso turun dari 240 ribu menjadi sekitar 141 ribu ekor.
“Ini potensi terpendam di Bondowoso. Dengan replika keberhasilan MAT PECI, kita berusaha membangkitkan ekonomi pembudidaya sapi,” ujar Hendri pada Limadetik.com.
Pemerintah daerah berencana memperluas penerapan MAT PECI ke 5 Puskeswan di Bondowoso melalui sekolah lapang dengan menghadirkan peternak yang sudah berhasil seperti Feri sebagai pemateri.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu











