BPBD Bondowoso Usulkan Tambahan Anggaran Hadapi Eskalasi Bencana di Perubahan KUA-PPAS 2026

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto

BPBD Bondowoso Usulkan Tambahan Anggaran Hadapi Eskalasi Bencana di Perubahan KUA-PPAS 2026

limadetik.com/, BONDOWOSO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengusulkan penambahan anggaran untuk penguatan penanganan bencana dalam rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026.

Usulan itu dibahas BPBD bersama Komisi IV DPRD Bondowoso dalam rapat kerja. Fokus pembahasan diarahkan pada kebutuhan anggaran untuk menghadapi potensi peningkatan kejadian bencana di wilayah Bondowoso.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto mengatakan, tambahan anggaran dibutuhkan untuk mendukung seluruh tahapan penanggulangan bencana.

"Anggaran terkait dengan penanganan bencana, mulai prabencana, kedaruratan, serta pascabencana. Melihat kondisi kebencanaan yang akhir-akhir ini eskalasinya meningkat, maka dibutuhkan dukungan anggaran," kata Kristianto pada limadetik.com/, usai rapat (27/8/2026).

Menurutnya, sejumlah pos anggaran yang diusulkan telah mendapat persetujuan untuk ditambahkan. Salah satu yang menjadi prioritas adalah penguatan ketersediaan logistik.

"Beberapa pos anggaran sudah kita usulkan dan disetujui, terutama terkait penyediaan logistik," ujarnya.

Kristianto menjelaskan, tambahan anggaran juga dialokasikan untuk operasional penanganan bencana dan pengadaan bantuan bagi masyarakat terdampak. Termasuk di dalamnya pengadaan material darurat.

"Di pos anggaran untuk operasional penanganan dan logistiknya, bantuan-bantuannya, termasuk materialnya," katanya.

Ia mencontohkan kesiapan untuk korban kebakaran rumah. BPBD memastikan material bantuan seperti atap rumah sudah dipersiapkan.

"Kalau kebakaran rumah, biasanya untuk atap rumah kita sudah ready," ujarnya.

Kristianto menambahkan, penyusunan kebutuhan anggaran BPBD setiap tahun mengacu pada evaluasi kejadian tahun sebelumnya. Jika frekuensi dan eskalasi bencana meningkat, maka kebutuhan anggaran juga harus disesuaikan.

"Memang kita berkaca dengan kejadian tahun lalu. Perangkatnya berdasarkan kejadian. Kalau eskalasi kejadiannya lebih banyak, berarti perlu ada penambahan," pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setuju P-APBD 2026 dengan Catatan, Fraksi Gerindra Soroti Defisit Rp145,1 Miliar dan Kenaikan Belanja Barang Jasa
Distribusi BBM ke Bondowoso Tersendat, DPRD: Stok Aman Jangan Panik
Fraksi PKB Dorong Pembahasan P-APBD 2026 Substantif, Utamakan Kepentingan Rakyat Bondowoso
Protes Waktu Singkat, Fraksi PPP Pilih Tak Hadiri PU Fraksi Paripurna P-APBD Bondowoso
Lansia 86 Tahun di Prajekan Ditemukan Meninggal di Sungai Setelah Hilang Saat Cari Klaras
HUT HIMPAUDI ke-21, Guru PAUD Bondowoso Didukung Terus Semangat Mengabdi dan Mencerdaskan Generasi
DPC PDI Perjuangan Bondowoso Gelar Lomba BMX Cross dan Kontes se-Jatim, Dorong Bakat Generasi Muda
Inovasi “MAT PECI” Inseminator Bondowoso Wakili Jatim di Lomba Tingkat II
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:40 WIB

Setuju P-APBD 2026 dengan Catatan, Fraksi Gerindra Soroti Defisit Rp145,1 Miliar dan Kenaikan Belanja Barang Jasa

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Distribusi BBM ke Bondowoso Tersendat, DPRD: Stok Aman Jangan Panik

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Fraksi PKB Dorong Pembahasan P-APBD 2026 Substantif, Utamakan Kepentingan Rakyat Bondowoso

Sabtu, 5 September 2026 - 11:55 WIB

Protes Waktu Singkat, Fraksi PPP Pilih Tak Hadiri PU Fraksi Paripurna P-APBD Bondowoso

Selasa, 1 September 2026 - 15:28 WIB

Lansia 86 Tahun di Prajekan Ditemukan Meninggal di Sungai Setelah Hilang Saat Cari Klaras

Berita Terbaru