BPBD Bondowoso Usulkan Tambahan Anggaran Hadapi Eskalasi Bencana di Perubahan KUA-PPAS 2026
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengusulkan penambahan anggaran untuk penguatan penanganan bencana dalam rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026.
Usulan itu dibahas BPBD bersama Komisi IV DPRD Bondowoso dalam rapat kerja. Fokus pembahasan diarahkan pada kebutuhan anggaran untuk menghadapi potensi peningkatan kejadian bencana di wilayah Bondowoso.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto mengatakan, tambahan anggaran dibutuhkan untuk mendukung seluruh tahapan penanggulangan bencana.
“Anggaran terkait dengan penanganan bencana, mulai prabencana, kedaruratan, serta pascabencana. Melihat kondisi kebencanaan yang akhir-akhir ini eskalasinya meningkat, maka dibutuhkan dukungan anggaran,” kata Kristianto pada Limadetik.com, usai rapat (27/8/2026).
Menurutnya, sejumlah pos anggaran yang diusulkan telah mendapat persetujuan untuk ditambahkan. Salah satu yang menjadi prioritas adalah penguatan ketersediaan logistik.
“Beberapa pos anggaran sudah kita usulkan dan disetujui, terutama terkait penyediaan logistik,” ujarnya.
Kristianto menjelaskan, tambahan anggaran juga dialokasikan untuk operasional penanganan bencana dan pengadaan bantuan bagi masyarakat terdampak. Termasuk di dalamnya pengadaan material darurat.
“Di pos anggaran untuk operasional penanganan dan logistiknya, bantuan-bantuannya, termasuk materialnya,” katanya.
Ia mencontohkan kesiapan untuk korban kebakaran rumah. BPBD memastikan material bantuan seperti atap rumah sudah dipersiapkan.
“Kalau kebakaran rumah, biasanya untuk atap rumah kita sudah ready,” ujarnya.
Kristianto menambahkan, penyusunan kebutuhan anggaran BPBD setiap tahun mengacu pada evaluasi kejadian tahun sebelumnya. Jika frekuensi dan eskalasi bencana meningkat, maka kebutuhan anggaran juga harus disesuaikan.
“Memang kita berkaca dengan kejadian tahun lalu. Perangkatnya berdasarkan kejadian. Kalau eskalasi kejadiannya lebih banyak, berarti perlu ada penambahan,” pungkasnya.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu











